Jazz dan Pilpres
Minggu, 30 April 2023 - 15:18 WIB
Masyarakat mengenal banyak jenis musik jazz, seperti bebop, latin jazz, balada, smoth dan lainnya tetapi semuanya ditandai dengan improvisasi, swing dan bluenote yang dominan pada irama blues. Ketiga hal tersebut merupakan unsur penting dalam sebuah irama musik jazz dan setidaknya dapat menjadi acuan apakah sebuah irama dan lagu dapat dikategorikan sebagai jazz. Memainkan musik jazz tentu dituntut keahlian tersendiri sedangkan instrumen yang dipakai dapat bermacam alat.
Musisi jazz Amerika, Wynton Marsalis menilai, musik jazz adalah metafora yang sempurna untuk demokrasi. Menurutnya, berimprovisasi merupakan hak dan kebebasan individu seorang musisi dalam memainkan alatnya saat ikut bermain dalam sebuah band.
Sementara swing (ini mirip dengan ayunan bandul jam) diartikan sebagai seorang musisi memiliki tanggung jawab memelihara kebaikan bersama, dengan setiap orang dalam keseimbangan guna menjaga harmonisasi yang baik. Sedangkan bluenote atau memainkan blues menunjukan musisi jazz yang optimis meskipun dalam situasi tidak baik seraya mencermati masalah.
Jazz & Pilpres
Jazz memang merupakan musik pop Amerika tetapi mengacu pada alasan Herbie Hancock (pianis jazz) yang menggagas Hari Jazz Dunia bersama UNESCO bahwa dalam perkembangannya jazz dapat menyatukan banyak bangsa dengan berbagai macam budaya berbeda.
Perkembangan musik jazz di Indonesia membuktikan bahwa apa yang dilihat Hancock ada benarnya. Jazz yang hadir di Indonesia ditandai dengan jejak Jack Lesmana, Bubi Chen, Bill Saragih, Maryono, Edi Tulis dan banyak lainnya era tahun enam puluhan sekarang berkembang sangat luas. Jika dulu jazz ada di hotel berbintang, pub atau restoran mahal yang dapat dinikmati kaum berduit sekarang masuk ke pasar tradisional, gunung dan lautan. Komunitas jazz tidak hanya di kota besar tetapi masuk ke pedesaan.
Dengan fakta yang ada bahwa jazz dapat melampaui hambatan, saling menerima sebagai bentuk mengurangi ketegangan antara orang-orang serta mendorong kesetaraan maka jazz tidak lagi dikatakan milik sekelompok orang. Kemudian jazz dijadikan simbol perdamaian, persatuan dan kebebasan berekspresi. Jazz juga memperkuat peran anak muda dalam perubahan sosial, mendorong kreativitas, inovasi, inklusi, dan improvisasi. Yang juga penting Jazz merangsang dialog antara berbagai kelompok orang.
Musisi jazz Amerika, Wynton Marsalis menilai, musik jazz adalah metafora yang sempurna untuk demokrasi. Menurutnya, berimprovisasi merupakan hak dan kebebasan individu seorang musisi dalam memainkan alatnya saat ikut bermain dalam sebuah band.
Sementara swing (ini mirip dengan ayunan bandul jam) diartikan sebagai seorang musisi memiliki tanggung jawab memelihara kebaikan bersama, dengan setiap orang dalam keseimbangan guna menjaga harmonisasi yang baik. Sedangkan bluenote atau memainkan blues menunjukan musisi jazz yang optimis meskipun dalam situasi tidak baik seraya mencermati masalah.
Jazz & Pilpres
Jazz memang merupakan musik pop Amerika tetapi mengacu pada alasan Herbie Hancock (pianis jazz) yang menggagas Hari Jazz Dunia bersama UNESCO bahwa dalam perkembangannya jazz dapat menyatukan banyak bangsa dengan berbagai macam budaya berbeda.
Perkembangan musik jazz di Indonesia membuktikan bahwa apa yang dilihat Hancock ada benarnya. Jazz yang hadir di Indonesia ditandai dengan jejak Jack Lesmana, Bubi Chen, Bill Saragih, Maryono, Edi Tulis dan banyak lainnya era tahun enam puluhan sekarang berkembang sangat luas. Jika dulu jazz ada di hotel berbintang, pub atau restoran mahal yang dapat dinikmati kaum berduit sekarang masuk ke pasar tradisional, gunung dan lautan. Komunitas jazz tidak hanya di kota besar tetapi masuk ke pedesaan.
Dengan fakta yang ada bahwa jazz dapat melampaui hambatan, saling menerima sebagai bentuk mengurangi ketegangan antara orang-orang serta mendorong kesetaraan maka jazz tidak lagi dikatakan milik sekelompok orang. Kemudian jazz dijadikan simbol perdamaian, persatuan dan kebebasan berekspresi. Jazz juga memperkuat peran anak muda dalam perubahan sosial, mendorong kreativitas, inovasi, inklusi, dan improvisasi. Yang juga penting Jazz merangsang dialog antara berbagai kelompok orang.
Lihat Juga :