Copot Tiga Jenderal, Langkah Kapolri Jaga Kepercayaan Mayarakat

Selasa, 21 Juli 2020 - 16:02 WIB
Alumnus Magister Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) ini sangat menyayangkan tindakan para jenderal yang merusak jalan hidupnya. Sebab, untuk mencapai pangkat bintang, seseorang harus melewati proses panjang dari mulai pendidikan, penilaian, kecakapan, keteladanan, tour of duty serta prestasi dan keberanian dalam pelaksanaan tugas. (Baca juga: Tak Hadir Sidang, Djoko Tjandra Tulis Surat dari Malaysia )

"Pencopotan ini juga jadi peringatan keras agar seluruh Bhayangkara di jenjang kepangkatan mana pun selalu melakukan tugasnya dengan benar. Tidak ada personel yang tidak tergantikan," katanya.

Varhan juga mengapresiasi statement Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan tak ragu menyikat siapa pun, termasuk teman seangkatannya, bila terbukti terlibat dalam kasus Djoko Chandra. "Apabila terbukti bersalah, siapa pun oknum yang terlibat bukan hanya dicopot, tapi harus ditindak proses hukum. Hanya dengan cara ini masyarakat tidak akan kehilangan kepercayaan kepada Polri," ujarnya.

Ia mengingatkan pernyataan Kapolri agar diresapi oleh seluruh anggota kepolisian, bahwa polisi berbuat baik saja masih sering dianggap salah, apalagi berbuat salah. Karena itu, menurut Varhan, Polri perlu lebih menunjukkan prestasinya agar diketahui oleh masyarakat. Seperti penangkapan buronan perkara pembobolan Bank BNI senilai Rp1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa, yang juga melibatkan Polri dalam upaya esktradisi dari Serbia.

"Kami berharap seluruh anggota Polri berkomitmen menjaga nama baik institusi dengan kinerja maksimal. Kalau semua polisi mengamalkan Tri Brata dan Catur Prasetya, aman sudah negara," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!