Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Jalani Uji Klinik Tahap Tiga
Selasa, 21 Juli 2020 - 06:40 WIB
Foto: dok/Reuters
JAKARTA - Vaksin anti- Covid-19 sudah di depan mata. Vaksin yang diharapkan menjadi solusi menghentikan penyebaran virus yang menyebabkan pandemi tersebut sudah datang di Tanah Air.
Namun, vaksin produksi pabrikan Sinovac Biotech China tersebut tidak bisa serta-merta disebarluaskan ke masyarakat. Untuk memastikan keamanannya, vaksin masih harus terlebih dulu menjalani uji klinis. Dalam hal ini dilakukan oleh Bio Farma. Uji klinis sudah memasuki tahap ketiga.
Selain mengembangkan vaksin sendiri, pemerintah juga memang menjalin kolaborasi internasional. Kolaborasi antara lain dilakukan PT Bio Farma dengan Sinofak Bio Tek LTD, Beijing; PT BCHT Teknologi Indonesia dengan China National Biotech Group Company Limited; dan PT Kalbe Farma dengan Geneksin Korea Selatan.
Adapun kolaborasi di dalam negeri telah dibentuk konsorsium vaksin Covid-19 atas inisiatif dari Menristek atau BRIN dengan konsorsium yang terdiri atas LBM Eijkman, Balitbangkes, Biofarma, serta kampus seperti Universitas Airlangga. Pelaksanaan uji klinis ditargetkan pada semester kedua 2021. (Baca : Mahasiswa Minta Detektif Covid-19 Dibubarkan, Ini Penjelasan Bima Arya)
Kepastian kehadiran vaksin disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurut dia, vaksin dari Sinovac Biotech sudah menjalani proses uji klinis tahap ketiga di Bio Farma. “Kami memang berharap nanti setelah selesai uji klinis dan dites, maka bisa diproduksi juga di Indonesia. Beberapa negara memang mengajak kita kerja sama,” ungkap Arya Sinulingga dalam konferensi pers virtual kemarin.
Arya menuturkan, pemilihan Bio Farma dalam melakukan uji klinis karena perusahaan farmasi plat merah ini cukup dikenal di kalangan internasional dan dianggap mampu melakukan pembuatan dan uji klinis vaksin. “Saya dapat informasi vaksin Sinovac agak berbeda dengan yang lain karena dia agak melebar, dia agak bisa untuk beberapa jenis virus korona yang berkembang. Jadi dicoba di China juga, saat ini kita proses juga coba itu,” tuturnya.
Namun, vaksin produksi pabrikan Sinovac Biotech China tersebut tidak bisa serta-merta disebarluaskan ke masyarakat. Untuk memastikan keamanannya, vaksin masih harus terlebih dulu menjalani uji klinis. Dalam hal ini dilakukan oleh Bio Farma. Uji klinis sudah memasuki tahap ketiga.
Selain mengembangkan vaksin sendiri, pemerintah juga memang menjalin kolaborasi internasional. Kolaborasi antara lain dilakukan PT Bio Farma dengan Sinofak Bio Tek LTD, Beijing; PT BCHT Teknologi Indonesia dengan China National Biotech Group Company Limited; dan PT Kalbe Farma dengan Geneksin Korea Selatan.
Adapun kolaborasi di dalam negeri telah dibentuk konsorsium vaksin Covid-19 atas inisiatif dari Menristek atau BRIN dengan konsorsium yang terdiri atas LBM Eijkman, Balitbangkes, Biofarma, serta kampus seperti Universitas Airlangga. Pelaksanaan uji klinis ditargetkan pada semester kedua 2021. (Baca : Mahasiswa Minta Detektif Covid-19 Dibubarkan, Ini Penjelasan Bima Arya)
Kepastian kehadiran vaksin disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurut dia, vaksin dari Sinovac Biotech sudah menjalani proses uji klinis tahap ketiga di Bio Farma. “Kami memang berharap nanti setelah selesai uji klinis dan dites, maka bisa diproduksi juga di Indonesia. Beberapa negara memang mengajak kita kerja sama,” ungkap Arya Sinulingga dalam konferensi pers virtual kemarin.
Arya menuturkan, pemilihan Bio Farma dalam melakukan uji klinis karena perusahaan farmasi plat merah ini cukup dikenal di kalangan internasional dan dianggap mampu melakukan pembuatan dan uji klinis vaksin. “Saya dapat informasi vaksin Sinovac agak berbeda dengan yang lain karena dia agak melebar, dia agak bisa untuk beberapa jenis virus korona yang berkembang. Jadi dicoba di China juga, saat ini kita proses juga coba itu,” tuturnya.
Lihat Juga :