Panggil Saingan Gibran ke Istana, Jokowi Diingatkan tentang Harun Ar-Rasyid
Senin, 20 Juli 2020 - 11:10 WIB
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, jika informasi ini benar, maka secara etika politik tidak patut dilakukan. Ia pun mengingatkan kepemimpinan Jokowi seharusnya mencontoh salah satu khalifah Islam.
"Kalau kita berkaca pada kepemimpin Harun Ar-Rasyid di masa lalu, yang tak pernah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan keluarganya," tutur Ujang saat dihubungi SINDOnews, Senin (20/7/2020). (Baca juga: Panggil Saingan Gibran ke Istana, Jokowi Dinilai Salahgunakan Kekuasaan)
Dengan demikian Ujang menegaskan, secara etika, cara dan langkah Jokowi memanggil Purnomo dan bertemu di istana merupakan bagian dari pelanggaran etika yang tak patut dicontoh masyarakat.
"Kalau untuk soal keluarga, soal urusan anaknya Gibran, lebih baik pertemuan tidak di istana. Lebih baik di tempat lain untuk menghindari konflik kepentingan," ujar analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia ini menandaskan.
"Kalau kita berkaca pada kepemimpin Harun Ar-Rasyid di masa lalu, yang tak pernah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan keluarganya," tutur Ujang saat dihubungi SINDOnews, Senin (20/7/2020). (Baca juga: Panggil Saingan Gibran ke Istana, Jokowi Dinilai Salahgunakan Kekuasaan)
Dengan demikian Ujang menegaskan, secara etika, cara dan langkah Jokowi memanggil Purnomo dan bertemu di istana merupakan bagian dari pelanggaran etika yang tak patut dicontoh masyarakat.
"Kalau untuk soal keluarga, soal urusan anaknya Gibran, lebih baik pertemuan tidak di istana. Lebih baik di tempat lain untuk menghindari konflik kepentingan," ujar analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia ini menandaskan.
(maf)
Lihat Juga :