Guru Besar Dukung Gus Yahya Mengglobalkan Fikih Peradaban
Senin, 27 Maret 2023 - 20:28 WIB
Sementara itu, Guru Besar Universitas Pelita Harapan Aleksius Jemadu menyampaikan, memang ada peran organisasi dalam hubungan internasional. Namun, peran itu sebatas mengamankan kontrol negara atas agama, memperlancar operasi sistem. Jika peran agama mengganggu, maka negara langsung melabeli negatif atau mengancam stabilitas politik.
Meskipun begitu, katanya, gagasan Gus Yahya ini perlu didukung. "Bersama dengan NU dan ormas lainnya, kita perlu mendukung gagasan brilian dan strategis dari Gus Yahya untuk masa depan Indonesia dan kemanusiaan universal," katanya.
Baca juga: Fikih Peradaban NU Beri Kontribusi Positif bagi Kemanusiaan
Senada, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro juga mengapresiasi gagasan Gus Yahya. Menurutnya, hal tersebut sangat brilian dan sejalan dengan amanat konstitusi.
Menurutnya, peran PBNU sangat signifikan dalam membangun fiqih peradaban. Sebab, Indonesia membutuhkan pempimpin teladan yang transparan, tidak transaksional. Dalam mewujudkan hal ini, Zuhro menegaskan perlu kesamaan langkah, semangat, soliditas, dan sinergi yang kuat.
Berbeda dari ketiganya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ali Munhanif menegaskan perlunya NU menjadi organisasi transformatif yang harus berhasil memvisualisasi gagasan masa depan membangun tradisi sebagai modal penting yang bisa digerakkan dan ditularkan melalui madrasah.
Meskipun begitu, katanya, gagasan Gus Yahya ini perlu didukung. "Bersama dengan NU dan ormas lainnya, kita perlu mendukung gagasan brilian dan strategis dari Gus Yahya untuk masa depan Indonesia dan kemanusiaan universal," katanya.
Baca juga: Fikih Peradaban NU Beri Kontribusi Positif bagi Kemanusiaan
Senada, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro juga mengapresiasi gagasan Gus Yahya. Menurutnya, hal tersebut sangat brilian dan sejalan dengan amanat konstitusi.
Menurutnya, peran PBNU sangat signifikan dalam membangun fiqih peradaban. Sebab, Indonesia membutuhkan pempimpin teladan yang transparan, tidak transaksional. Dalam mewujudkan hal ini, Zuhro menegaskan perlu kesamaan langkah, semangat, soliditas, dan sinergi yang kuat.
Berbeda dari ketiganya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ali Munhanif menegaskan perlunya NU menjadi organisasi transformatif yang harus berhasil memvisualisasi gagasan masa depan membangun tradisi sebagai modal penting yang bisa digerakkan dan ditularkan melalui madrasah.
Fikih Peradaban Gus Yahya
Sebelumnya, Gus Yahya menyampaikan sebetulnya pemikirannya adalah rumusan pertanyaan yang diajukan dalam forum ulama. Pertanyaan ini, menurutnya, juga ditanyakan oleh orang-orang lain. Pertanyaannya adalah apakah Piagam PBB sah menurut syariat sebagai perjanjian internasional? Apakah perwakilan negara itu juga sah mewakili umat Islam di negaranya?Lihat Juga :