Puan Maharani Resmikan Monumen Soekarno di Aljazair

Sabtu, 18 Juli 2020 - 19:32 WIB
Dia berharap nantinya akan dapat datang ke Aljazair untuk menyaksikan sendiri Monumen Soekarno sebagai simbol dari kuatnya persahabatan Indonesia dengan Aljazair.

Menurut Puan, sejarah RI-Aljazair tak bisa dilepaskan dari sosok Bung Karno yang sejak awal mendukung kemerdekaan Aljazair hingga negara di kawasan Maghribi itu merdeka pada 1962. “Pada tahun 1955 di Bandung, Presiden Soekarno mengundang delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan Aljazair untuk turut berpartisipasi dalam Konferensi Asia-Afrika. Saat itu Indonesia sebagai negara baru berumur 10 tahun, dan Aljazair masih memperjuangkan kemerdekaannya,” tuturnya.

Sekarang, Indonesia menjadi negara terbesar di Asia Tenggara sedangkan Aljazair menjadi negara terbesar di Afrika. Puan berharap, sejarah masa lalu itu bisa menjadi modal untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara, juga bagi dunia.

Nama Soekarno sangat terkenal di Aljazair karena dianggap sangat berjasa menyokong kemerdekaan negara tersebut. Seperti ditulis Historia, selain turut mengundang (delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan) Aljazair, tahun 1956 pemerintah Indonesia membuka (kantor) perwakilan FNL (Front de Libération Nationale) di Jakarta (Jalan Serang, Menteng, Jakarta).

Sayangnya, menurut Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, belum ada simbol Soekarno di Aljazair. Karenanya, pihak Kedubes RI menginisiasi pembangunan Monumen Soekarno sejak 2016. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Duta Besar Safira Machrusah dan seluruh stafnya atas kerja kerasnya dalam menginisiasi pembangunan Monumen Soekarno ini,” ungkap Puan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!