Dulu Jualan Kue Cucur di Tebet, Siapa Sangka Sosok Ini Jadi Lulusan Terbaik Akmil, Seskoad, dan Sesko TNI
Minggu, 26 Februari 2023 - 08:38 WIB
Hari-hari berat sebagai calon prajurit Taruna akhirnya dirasakan Budi muda. Salah satu teman angkatannya yakni Marciano Norman. Kelak, Marciano melesat menjadi Danpaspampres, Pangdam Jaya, Dankodiklatad hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pensiun dengan pangkat bintang 3 (Letjen), Marciano kini aktif sebagai Ketua Umum KONI Pusat.
Latihan keras menjadi santapan sehari-hari. Bukan rahasia, capratar digembleng fisik dan mental. Mereka benar-benar dibentuk sebagai sosok tangguh. Bukan hanya dari ilmu-ilmu militer, pengetahuan umum juga diajarkan dengan sangat disiplin. Tapi toh keras dan sulitnya pendidikan Taruna itu mampu dilalui Budiman dengan baik.
Detik berlalu, hari berganti. Perjalanan berliku di Lembah Tidar akhirnya diselesaikan Budiman. Pada 1978 dia resmi dilantik sebagai Letnan Dua. Tidak sekadar lulus, Budiman menyandang predikat prestisius: lulusan terbaik alias peraih lencana Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama!
Terdapat cerita menarik lain dari pendidikannya di Akmil ini. Tentara yang semasa bocah kerap menirukan pidato Bung Karno itu lulus dari Corps Zeni (Czi). Umumnya, rata-rata Taruna memilih kecabangan infanteri sebagai pelabuhan karier militernya.
Budiman yang terkenal sebagai sosok cerdas ini juga merasa heran. Terlebih hasil tes psikologinya juga menunjukkan dia lolos Korps Infanteri. Bagaimana bisa dia ‘nyasar’ ke Zeni? Apa pun, dia merasa semua ada hikmahnya. Faktanya, meski dari kecabangan Zeni, perjalanan kariernya mencapai puncak tertinggi hingga menjadi KSAD ke-29. Empat bintang emas bertengger di pundaknya.
Hat-trick Lulusan Terbaik
Sepanjang kariernya, Budiman dikenal sebagai sosok cerdas. Tidak mengherankan dia kerap menggondol titel juara 1 selama pendidikan Taruna mulai tingkat I hingga IV. Ketika pendidikan Zeni di Amerika Sertikat, dia hanya kalah dari serdadu Israel hingga menjadi terbaik II.
Di kalangan koleganya, kecerdasan Budiman bukan rahasia. Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo pernah mendeskripsikan kepandaian Budi. “Ketika orang mati-matian belajar saat mau ujian, Budiman biasanya justru santai-santai saja dan bahkan sibuk mengajarkan teman-temannya menghadapi ujian,” kata Suryo dalam wawancara dengan tim Disjarahad.
Pernyataan itu tak berlebihan. Karier pendidikan kemiliteran Budiman sangat cemerlang. Dalam sejaarah TNI, hanya segelintir tentara yang mampu mencetak hat-trick (tiga beruntun) sebagai lulusan terbaik di semua pendidikan TNI.
Budiman adalah orang pertama yang sanggup melakukan itu. Jenderal berzodiak Libra ini tercatat sebagai lulusan terbaik Akmil 1978. Prestasi mengilap itu kembali diulangi ketika mengikuti pendidikan Seskoad. Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu menjadi lulusan terbaik pada 1994.
Tinta emas belum berhenti ditorehkan. Ketika mengikuti pendidikan Sesko TNI, pria yang dulu tak pernah malu keliling jualan kue cucur ini kembali menyabet gelar lulusan terbaik. Budiman pun dianugerahi lencana Wira Adi Nugraha.
Dalam data SINDOnews, baru ada tiga orang yang sukses mengukir rekor treble lulusan terbaik pendidikan TNI. Jejak mengagumkan Budiman diikuti Mayjen TNI Bambang Trisnohadi (Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan). Bambang lulusan terbaik Akmil 1993, Seskoad 2008, dan Sesko TNI 2017.
Setelah itu muncul Brigjen TNI Lucky Avianto yang saat ini menjabat Kapusdiklat BIN. Alumnus SMA Taruna Nusantara ini juga tercatat sebagai peraih Adhi Makayasa Akmil 1996. Setelah itu dia juga menyabet status lulusan terbaik Seskoad 2011 dan Sesko TNI 2019. Baca juga: Mengenal 4 Jenderal TNI Alumni Akmil 80-an yang Dilantik Naik Pangkat oleh KSAD
Namun di antara tiga nama ini, Budiman menorehkan catatan unik tersendiri. Tentara yang memulai karier sebagai Komandan Peleton Yonzipur 3 Kodam III/Siliwangi pada 1979 ini satu-satunya perwira dari Korps Zeni yang sukses meraih hat-trick lulusan terbaik. Untuk diketahui, Bambang Trisnohadi dan Lucky Avianto keduanya dari kecabangan infanteri Kopassus.
Profil Singkat Jenderal TNI (Purn) Budiman
Latihan keras menjadi santapan sehari-hari. Bukan rahasia, capratar digembleng fisik dan mental. Mereka benar-benar dibentuk sebagai sosok tangguh. Bukan hanya dari ilmu-ilmu militer, pengetahuan umum juga diajarkan dengan sangat disiplin. Tapi toh keras dan sulitnya pendidikan Taruna itu mampu dilalui Budiman dengan baik.
Detik berlalu, hari berganti. Perjalanan berliku di Lembah Tidar akhirnya diselesaikan Budiman. Pada 1978 dia resmi dilantik sebagai Letnan Dua. Tidak sekadar lulus, Budiman menyandang predikat prestisius: lulusan terbaik alias peraih lencana Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama!
Terdapat cerita menarik lain dari pendidikannya di Akmil ini. Tentara yang semasa bocah kerap menirukan pidato Bung Karno itu lulus dari Corps Zeni (Czi). Umumnya, rata-rata Taruna memilih kecabangan infanteri sebagai pelabuhan karier militernya.
Budiman yang terkenal sebagai sosok cerdas ini juga merasa heran. Terlebih hasil tes psikologinya juga menunjukkan dia lolos Korps Infanteri. Bagaimana bisa dia ‘nyasar’ ke Zeni? Apa pun, dia merasa semua ada hikmahnya. Faktanya, meski dari kecabangan Zeni, perjalanan kariernya mencapai puncak tertinggi hingga menjadi KSAD ke-29. Empat bintang emas bertengger di pundaknya.
Hat-trick Lulusan Terbaik
Sepanjang kariernya, Budiman dikenal sebagai sosok cerdas. Tidak mengherankan dia kerap menggondol titel juara 1 selama pendidikan Taruna mulai tingkat I hingga IV. Ketika pendidikan Zeni di Amerika Sertikat, dia hanya kalah dari serdadu Israel hingga menjadi terbaik II.
Di kalangan koleganya, kecerdasan Budiman bukan rahasia. Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo pernah mendeskripsikan kepandaian Budi. “Ketika orang mati-matian belajar saat mau ujian, Budiman biasanya justru santai-santai saja dan bahkan sibuk mengajarkan teman-temannya menghadapi ujian,” kata Suryo dalam wawancara dengan tim Disjarahad.
Pernyataan itu tak berlebihan. Karier pendidikan kemiliteran Budiman sangat cemerlang. Dalam sejaarah TNI, hanya segelintir tentara yang mampu mencetak hat-trick (tiga beruntun) sebagai lulusan terbaik di semua pendidikan TNI.
Budiman adalah orang pertama yang sanggup melakukan itu. Jenderal berzodiak Libra ini tercatat sebagai lulusan terbaik Akmil 1978. Prestasi mengilap itu kembali diulangi ketika mengikuti pendidikan Seskoad. Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu menjadi lulusan terbaik pada 1994.
Tinta emas belum berhenti ditorehkan. Ketika mengikuti pendidikan Sesko TNI, pria yang dulu tak pernah malu keliling jualan kue cucur ini kembali menyabet gelar lulusan terbaik. Budiman pun dianugerahi lencana Wira Adi Nugraha.
Dalam data SINDOnews, baru ada tiga orang yang sukses mengukir rekor treble lulusan terbaik pendidikan TNI. Jejak mengagumkan Budiman diikuti Mayjen TNI Bambang Trisnohadi (Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan). Bambang lulusan terbaik Akmil 1993, Seskoad 2008, dan Sesko TNI 2017.
Setelah itu muncul Brigjen TNI Lucky Avianto yang saat ini menjabat Kapusdiklat BIN. Alumnus SMA Taruna Nusantara ini juga tercatat sebagai peraih Adhi Makayasa Akmil 1996. Setelah itu dia juga menyabet status lulusan terbaik Seskoad 2011 dan Sesko TNI 2019. Baca juga: Mengenal 4 Jenderal TNI Alumni Akmil 80-an yang Dilantik Naik Pangkat oleh KSAD
Namun di antara tiga nama ini, Budiman menorehkan catatan unik tersendiri. Tentara yang memulai karier sebagai Komandan Peleton Yonzipur 3 Kodam III/Siliwangi pada 1979 ini satu-satunya perwira dari Korps Zeni yang sukses meraih hat-trick lulusan terbaik. Untuk diketahui, Bambang Trisnohadi dan Lucky Avianto keduanya dari kecabangan infanteri Kopassus.
Profil Singkat Jenderal TNI (Purn) Budiman
Lihat Juga :