Pimpinan Paripurna DPR Minta Laporan Dipercepat agar Demonstran Bubar

Kamis, 16 Juli 2020 - 15:53 WIB
Dalam kesempatan itu, Dasco menjelaskan bahwa kondisi di halaman depan dan belakang Gedung DPR dari Rabu malam hingga hari ini (15-16/7/2020), sudah ada pengunjuk rasa yang menyampaikan tuntutan karena mendapatkan informasi yang keliru yakni, informasi bahwa ada pengesahan RUU HIP dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Kami tadi telah mendampingi pimpinan Baleg, kami yakinkan bahwa hari ini tidak ada rancangan UU tersebut dan mereka sudah kita jelaskan agenda acara tapi pimpinan unjuk rasa tetap menunggu selesai sidang kita baru mereka akan membubarkan diri," kata Dasco.

Karena itu, Dasco merasa kasihan kepada para pengunjuk rasa yang telah berada di halaman Gedung DPR sejak semalam. Karena itu, dia mengimbau kepada anggota DPR untuk menyampaikan laporan secara singkat agar pengunjuk rasa tahu bahwa informasi soal pengesahan 2 RUU itu merupakan informasi yang salah dan DPR dianggap tidak peka terhadap masyarakat.(Baca juga: Ribuan Demonstran Kepung Gedung DPR, Tolak RUU HIP dan Cipta Kerja )

"Apakah poin acara rapat tersebut, saya minta untuk interupsi mungkin nanti saja setelah selesai. Kalau boleh jangan banyak-banyak juga, semakin cepat kita selesai umat semakin selesai juga. Demkikian agenda rapat tersebut, disetujui?," kata Dasco.

Lalu, semua anggota menyampaikan persetujuan dan Dasco menyampaikan terima kasih. Tetapi, ada anggota yang mengatakan bahwa mikrofon mereka dimatikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!