Cara KLHK Denyutkan Sektor Kehutanan di Masa Pandemi
Kamis, 16 Juli 2020 - 13:07 WIB
Ada beberapa kebijakan untuk mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan. Pertama, untuk sektor hulu adalah mempercepat pembangunan hutan tanaman rakyat (HTR) dan pengembangan agroforestry di areal kerja hutan tanaman industri (IUPHHK-HTI). Termasuk mewujudkan pembangunan multiusaha di areal IUPHHK serta penyederhanaan perizinan berusaha di bidang pemanfaatan hutan produksi.
Kedua, kebijakan untuk industri di hilir. Beberapa di antaranya yaitu usulan peningkatan luas penampang produk ekspor industri kehutanan, memperluas pasar dengan memperkokoh penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), serta fasilitasi sertifikasi SVLK untuk usaha kecil menengah.
"SVLK telah berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kinerja ekspor produk industri kehutanan. Ke depan, kami menargetkan pemulihan kinerja ekspor produk industri kehutanan lebih baik lagi, yaitu meningkatkannya ke level positif secepat mungkin," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa target tersebut realistis karena produksi di sektor hulu telah menunjukkan pertumbuhan substansial pada pertengahan 2020, terutama dari hutan tanaman industri. "Kami terus menjaga hubungan linear positif antara pertumbuhan produksi di sektor hulu yang terus menunjukkan tren positif dengan kinerja ekspor produk industri kehutanan hilir dan pasar," kata Bambang.
Terkait pengelolaan hutan produksi lestari (PHPL), Bambang menekankan kebijakan yang mencakup kepastian keberlangsungan usaha, produktivitas hutan, optimalisasi pemanfaatan hutan, diversifikasi produk hasil hutan, dan daya saing industri yang kompetitif.
Kedua, kebijakan untuk industri di hilir. Beberapa di antaranya yaitu usulan peningkatan luas penampang produk ekspor industri kehutanan, memperluas pasar dengan memperkokoh penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), serta fasilitasi sertifikasi SVLK untuk usaha kecil menengah.
"SVLK telah berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kinerja ekspor produk industri kehutanan. Ke depan, kami menargetkan pemulihan kinerja ekspor produk industri kehutanan lebih baik lagi, yaitu meningkatkannya ke level positif secepat mungkin," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa target tersebut realistis karena produksi di sektor hulu telah menunjukkan pertumbuhan substansial pada pertengahan 2020, terutama dari hutan tanaman industri. "Kami terus menjaga hubungan linear positif antara pertumbuhan produksi di sektor hulu yang terus menunjukkan tren positif dengan kinerja ekspor produk industri kehutanan hilir dan pasar," kata Bambang.
Terkait pengelolaan hutan produksi lestari (PHPL), Bambang menekankan kebijakan yang mencakup kepastian keberlangsungan usaha, produktivitas hutan, optimalisasi pemanfaatan hutan, diversifikasi produk hasil hutan, dan daya saing industri yang kompetitif.
(abd)
Lihat Juga :