Mahfud MD Sebut Papua Lebih Tenang Setelah Lukas Enembe Ditangkap
Selasa, 21 Februari 2023 - 21:18 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menganggap kondisi di Papua saat ini jauh lebih tenang setelah Lukas Enembe ditangkap. FOTO/DOK.MPI
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menganggap kondisi di Papua saat ini jauh lebih tenang setelah Lukas Enembe ditangkap. Setelah Gubernur Papua nonaktif itu ditahan KPK, tidak ada lagi demonstrasi di Papua.
"(Penangkapan) Lukas Enembe itu malah buat Papua tenang," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2023).
Mahfud mengungkapkan, unjuk rasa kerap digelar sebelum Lukas Enembe ditangkap. Rekening Pemprov Papua juga telah dibekukan, sehingga tak ada lagi pembiayaan aksi massa.
"Ketika mau ditangkap dulu itu selalu demo, begitu ditangkap betul, selesai sekarang. Tidak ada lagi demonya dan uangnya kita freeze. Uang tidak boleh keluar hingga ada kejelasan, sehingga biaya demo dan sebagainya tidak ada lagi," katanya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan, penangkapan Lukas Enembe tidak ada kaitannya dengan penyanderaan pilot Susi Air, Philip Marks Merthen.
"Tidak, ini yang menyandera orang asing ini adalah Kogoya. Kogoya ini sejak bertahun-tahun lalu sebelum ada urusan Enembe, sebelum ada DOB itu memang sudah memberontak," katanya.
"(Penangkapan) Lukas Enembe itu malah buat Papua tenang," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2023).
Mahfud mengungkapkan, unjuk rasa kerap digelar sebelum Lukas Enembe ditangkap. Rekening Pemprov Papua juga telah dibekukan, sehingga tak ada lagi pembiayaan aksi massa.
"Ketika mau ditangkap dulu itu selalu demo, begitu ditangkap betul, selesai sekarang. Tidak ada lagi demonya dan uangnya kita freeze. Uang tidak boleh keluar hingga ada kejelasan, sehingga biaya demo dan sebagainya tidak ada lagi," katanya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan, penangkapan Lukas Enembe tidak ada kaitannya dengan penyanderaan pilot Susi Air, Philip Marks Merthen.
"Tidak, ini yang menyandera orang asing ini adalah Kogoya. Kogoya ini sejak bertahun-tahun lalu sebelum ada urusan Enembe, sebelum ada DOB itu memang sudah memberontak," katanya.
Lihat Juga :