1 Abad NU, Anies Baswedan Ziarah ke Makam KH Zainul Arifin Pohan

Kamis, 09 Februari 2023 - 05:46 WIB
KH Zainul anak tunggal Raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus. Sejak remaja merantau ke Batavia dan langsung bergabung di Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan kemudian menjadi Ketua NU Jatinegara dan Majelis Konsul NU Batavia.

Pada masa revolusi Indonesia, KH Zainul Arifin menjadi panglima Hizbullah. Dia merekrut dan melatih anak-anak muda di desa-desa untuk menjadi pejuang bangsa. Baca: Satu Abad NU, Jokowi: Nahdlatul Ulama Berikan Warna Luar Biasa untuk Indonesia

"Beliau mewakafkan seluruh waktu dan energinya untuk NU dan Republik. Terlibat sangat aktif dalam berbagai posisi dan tugas di NU dan kenegaraan. Mulai dari Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), wakil perdana menteri pada kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953-1955), anggota konstituante, dan terakhir menjadi Ketua DPR-GR sebagai perwakilan NU," ujarnya.

Saat puncak pemberontakan DII/TII pada kurun Tahun 1960-an, KH Zainul Arifin beserta NU menyatakan sikap tetap memihak Republik.

Maka, meskipun beredar kabar berbagai upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno, KH Zainul memilih melindungi sang Presiden. Sehingga akhirnya pada 10 Dzulhijjah 1381 H/14 Mei 1962.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!