Arif Rachman Menangis Sadari Kesalahannya Gagal Atasi Ketakutan
Jum'at, 03 Februari 2023 - 12:07 WIB
Terdakwa Arif Rachman Arifin saat membacakan pleidoinya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2023). FOTO/MPI/ARI SANDITA
JAKARTA - Terdakwa Arif Rachman Arifin menyadari kesalahannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Ia gagal mengatasi ketakutan dan memilih untuk diam atas apa yang terjadi.
Hal ini disampaikan Arif Rachman Arifin saat membacakan pleidoinya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2023).
"Saya menyadari saya gagal mengatasi ketakutan saya. Saya salah karena telah membiarkan kekuatan yang tak baik menekan mental saya dan mengancam menguasai akal sehat, sehingga saya tak bisa melangkah maksimal dan saya hanya bisa memilih diam pada saat itu," kata Arif sambil menangis.
Baca juga: Tangis Pecah Bacakan Pleidoi, Arif Rachman: Saya Tak Habis Pikir Kenapa Menuai Fitnah
Hal ini disampaikan Arif Rachman Arifin saat membacakan pleidoinya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2023).
"Saya menyadari saya gagal mengatasi ketakutan saya. Saya salah karena telah membiarkan kekuatan yang tak baik menekan mental saya dan mengancam menguasai akal sehat, sehingga saya tak bisa melangkah maksimal dan saya hanya bisa memilih diam pada saat itu," kata Arif sambil menangis.
Baca juga: Tangis Pecah Bacakan Pleidoi, Arif Rachman: Saya Tak Habis Pikir Kenapa Menuai Fitnah
Lihat Juga :