Sandiaga Uno: Politik Itu Last Minute
Sabtu, 21 Januari 2023 - 07:35 WIB
Sandiaga Uno dalam program Konspirasi Prabu yang disiarkan MNC News, Jumat (20/1/2023). FOTO/TANGKAPAN LAYAR MNC NEWS
JAKARTA - Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan pandangannya tentang politik dalam kontestasi elektoral. Menurutnya, seseorang tidak bisa meramalkan apa yang terjadi dalam politik ke depan karena ada menit-menit terakhir yang sangat menentukan.
Hal itu disampaikan Sandiaga Uno dalam program Konspirasi Prabu yang disiarkan MNC News, Jumat (20/1/2023). Sebagai host acara adalah anchor ternama Prabu Revolusi.
"Politik itu betul-betul last minute, jadi kita tidak bisa berandai-andai tapi kita harus meluruskan niat kita dan memastikan apa yang kita lakukan ini ibadah," kata Sandiaga.
Baca juga: Jawab Isu Pindah Parpol, Sandiaga Uno: Berpolitik Tidak Boleh Baper
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu menuturkan pengalamannya saat melepas jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kembali ke bulan Juli-Agustus 2018, saat itu saya masih di Moskow sebagai wakil gubernur yang masih bertugas membawa program sister city. Saya mendadak dipanggil sebagai kader Gerindra untuk berkomunikasi dengan beberapa partai politik, akhirnya diputuskan oleh Koalisi Adil Makmur waktu itu, untuk meminta saya mendampingi bapak Prabowo sebagai (calon) wakil presiden. Malam itu pula saya diminta untuk meninggalkan Partai Gerindra," tutur Sandiaga.
Hal itu disampaikan Sandiaga Uno dalam program Konspirasi Prabu yang disiarkan MNC News, Jumat (20/1/2023). Sebagai host acara adalah anchor ternama Prabu Revolusi.
"Politik itu betul-betul last minute, jadi kita tidak bisa berandai-andai tapi kita harus meluruskan niat kita dan memastikan apa yang kita lakukan ini ibadah," kata Sandiaga.
Baca juga: Jawab Isu Pindah Parpol, Sandiaga Uno: Berpolitik Tidak Boleh Baper
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu menuturkan pengalamannya saat melepas jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kembali ke bulan Juli-Agustus 2018, saat itu saya masih di Moskow sebagai wakil gubernur yang masih bertugas membawa program sister city. Saya mendadak dipanggil sebagai kader Gerindra untuk berkomunikasi dengan beberapa partai politik, akhirnya diputuskan oleh Koalisi Adil Makmur waktu itu, untuk meminta saya mendampingi bapak Prabowo sebagai (calon) wakil presiden. Malam itu pula saya diminta untuk meninggalkan Partai Gerindra," tutur Sandiaga.
Lihat Juga :