Menpan Buat Kebijakan Khusus untuk Papua

Senin, 11 Mei 2015 - 09:56 WIB
Menpan Buat Kebijakan...
Menpan Buat Kebijakan Khusus untuk Papua
A A A
JAYAPURA - Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Papua, terutama untuk seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Salah satunya memberikan 65% formasi CPNS bagi putra-putri asli Papua yang akan ditempatkan di daerah asalnya. Sementara 35% formasi lainnya untuk pelamar umum yang melamar di daerah Papua. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk menata kepegawaian di Papua.

Dia mengakui selama ini yang terjadi adalah kompetisi bebas, jadi yang masuk ke Papua didominasi pendatang. Papua, ujarnya, hanya mendapat satu kesempatan kecil karena kesulitan dalam mengerjakan tes seleksi penerimaan CPNS. ”Kalaupun kebanyakan yang lulus dari luar orang Papua, itu dibatasi hanya 35%. Formasi Papua yang tak terisi dibiarkan tetap kosong dan akan diisi pada hasil seleksi berikutnya,” tandas Yuddy dalam siaran pers yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Yuddy juga memberikan peluang bagi masing-masing daerah untuk menyampaikan masukan berupa harapan, keluhan, dan saran-saran. Ini agar Kementerian PAN-RB bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dapat menyiapkan suatu formulasi khusus untuk putraputri Papua. Kebijakan khusus untuk Papua ini, paparnya, akan diselesaikan berdasarkan persoalan di sana.

Sebagai contoh, wilayah di Puncak Wijaya dengan Tolikara memiliki persoalan yang berbeda dalam hal kepegawaian walaupun masih dalam wilayah Papua. Begitu pun dengan Kerom, Nabire, ataupun Jayapura. ”Formasi memang ditujukan bagi putra-putri Papua, jadi kita mengupayakan kebijakan yang berkeadilan dan berkeseimbangan dengan menekankan SDM yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, Yuddy juga mendorong agar putra-putri Papua dapat belajar mengoperasikan sistem Computer Assisted Test (CAT) sebelum seleksi penerimaan CPNS dibuka. Yuddy juga menginstruksikan kepada BKN untuk banyak- banyak melakukan sosialisasi sistem CAT, serta memperbanyak infrastruktur komputer yang akan digunakan.

Bagi daerah yang belum terjangkau, masih dapat dimaklumi dengan penggunaan Lembar Jawab Komputer (LJK) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Agus Dwiyanto mengatakan, sistem CAT dalam penerimaan CPNS perlu diperbaiki.

Pasalnya, sistem ini masih seperti sistem yang digunakan dalam tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN). ”Instrumennya perlu diperbaiki, dengan begitu tes CPNS benar-benar dapat melahirkan birokrasi yang berkompeten dan berkemampuan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKN Usman Gumanti mengatakan, untuk perguruan tinggi negeri (PTN) tidak bisa mengajukan sendiri formasi CPNS atau yang sekarang disebut Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, pengajuan ASN di lingkungan PTN hanya bisa diajukan oleh kementerian yang menaungi PTN tersebut.

Dia mencontohkan, Universitas Pertahanan RI yang membutuhkan pegawai baru, maka formasinya harus diajukan Kementerian Pertahanan. ”Pengajuan formasi ASNtidak bisa dilakukan sembarang lembaga, termasuk juga PTN,” ujarnya.

Dita angga
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved