Satgas Antikorupsi Harus Fokus Kasus Besar

Senin, 11 Mei 2015 - 09:55 WIB
Satgas Antikorupsi Harus...
Satgas Antikorupsi Harus Fokus Kasus Besar
A A A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Antikorupsi yang terdiri dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Polri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta fokus menyelesaikan kasus-kasus yang belum terungkap dan merugikan negara sangat besar.

Jika satgas ini hanya bisa menyelesaikan kasuskasus kecil, tidak ada gunanya dibentuk. ”Kalau yang biasa-biasa saja, buat apa dibentuk satgas gabungan,” ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta kemarin. Menurut dia, dibentuknya satgas ini karena selama ini koordinasi antarlembaga penegak hukum masih belum terjalin dengan baik.

Karena itu, menurut dia, satgas ini harus bisa membuktikan kepada publik bahwa peran yang diberikan bisa dilaksanakan dengan baik. Meski demikian, Dasco mengapresiasi pembentukan satgas ini. Menurut dia, satgas ini bisa menjadi langkah solutif untuk menyatukan tiga lembaga penegak hukum. ”Kita harus menyambut baik, siapa tahu ini bisa memecah kebuntuan untuk melakukan peperangan terhadap korupsi,” ujarnya.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter menilai, pembentukan satgas ini justru ditengarai sebagai upaya melakukan pelemahan terhadap KPK. Menurut dia, jika memang fungsinya untuk koordinasi dan meningkatkan sinergitas maka sebenarnya fungsi itu sudah ada di KPK. ”KPK sudah punya fungsi koordinasi dan supervisi berdasarkan undang-undang,” paparnya.

Fungsi itu, lanjutnya, sebenarnya untuk menyinergikan dengan aparat penegak hukum lainnya juga dengan instansi lain yang punya relevansi dengan pemberantasan korupsi. Dia juga mengatakan bahwa pada 2012 sudah pernah ada surat kesepakatan bersama antara KPK, Kejagung, dan Polri.

”Buat apa membentuk satgas lagi jika sebelumnya sudah dibuat kesepakatan?” tanyanya. Kalau memang permasalahannya KPK kekurangan penyidik, ujar Lalola, maka satgas ini tidak tepat untuk dijadikan solusi. Lebih baik, memperbanyak penyidik di KPK. ”Jadi satgas bukan jawaban,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi pembentukan satgas ini. Menurut dia, satgas ini dibentuk demi menciptakan sinergitas di antara tiga penegak hukum. ”Ini tentunya hubungan antara peran KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian tentu saya memberikan apresiasi dan betul-betul secara harmonis,” ujar Setya.

Setya juga menyatakan menghargai sikap dari ketiga lembaga penegak hukum tersebut agar bisa berkoordinasi dan kerja sama di dalam satgas, sehingga semuanya bisa bekerja sesuai tupoksinya dan tidak ada tumpang tindih kewenangan, apalagi jika sampai saling menyalahkan.

Hasyim ashari
(ftr)
Berita Terkait
PBH Diharapkan Memiliki...
PBH Diharapkan Memiliki Peran Lebih dalam Mengedukasi Masyarakat di Bidang Hukum
Usai Dieksekusi Cambuk,...
Usai Dieksekusi Cambuk, Terpidana Pelanggar Syariat Islam Ini Tersungkur
Buka Mubes Gakum Kosgoro...
Buka Mubes Gakum Kosgoro 57, Agung Laksono Minta Hukum Tak Hanya Tajam ke Bawah Saja
Pembukaan Kantor Hukum...
Pembukaan Kantor Hukum Samara, Barita: Komjak RI Konsisten Jalankan Pegawasan Demi Tegaknya Keadilan
Apa Saja Jenis Tata...
Apa Saja Jenis Tata Hukum yang Ada di Indonesia? Berikut Penjabarannya
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved