Uni Eropa-ASEAN Beri Hibah 10 Juta Euro
Kamis, 07 Mei 2015 - 08:42 WIB
Uni Eropa-ASEAN Beri Hibah 10 Juta Euro
A
A
A
JAKARTA - Uni Eropa dan ASEAN meluncurkan hibah senilai 10 juta euro untuk perguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Hibah ini untuk harmonisasi pendidikan tinggi antara Eropa dan negara ASEAN. Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Colin Crooks mengatakan, perjanjian danahibahsenilai10jutaeuro ini menjadi bantuan teknis pertama dalam program The European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region (SHARE). Colin mengatakan, tujuan program ini adalah untuk berbagi pengalaman dari Eropa kepada ASEAN.
”Program ini untuk meningkatkan standar dan kualitas perguruan tinggi di kawasan ASEAN berdasar pengalaman Proses Bologna dan pembentukan kawasan perguruan tinggi di Eropa,” katanya dalam peluncuran program baru Harmonisasi Perguruan Tinggi ASEAN di Jakarta kemarin. Colin menjelaskan, perjanjian dana hibah senilai 10 juta euro ini telah ditandatangani antara Uni Eropa dan sebuah konsorsium yang dipimpin British Council yang beranggotakan lima mitranya.
Dia mengatakan, program ini akan berlangsung selamaempat tahunatausampai Januari 2019. Colin mengatakan program SHARE akan memberikan kontribusi pada harmonisasi standar perguruan tinggi di ASEAN, mendukung pengakuan satuan kredit bersama, dan untuk mendorong pertukaran pelajar. Program SHARE juga akanmenyediakan500beasiswa bagi pelajar-pelajar di ASEAN untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
Sementara itu Deputi Sekretaris Jenderal Urusan Komunitas dan Korporasi Sekretariat ASEAN AKP Mochtan menerangkan, SHARE adalah program penting yang melambangkan kerja sama yang erat antara ASEAN dan Uni Eropa. Menurut dia, SHARE hadir pada waktu yang tepat karena MEA akan dimulai akhir tahun ini.
Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di ASEAN. Mochtan menambahkan, ASEAN kini bertransformasi menjadi masyarakat yang memiliki banyak kesempatan. Untuk memanfaatkan hal ini, negara anggota ASEAN bergerak cepat guna menyiapkan masyarakatnya menjadi tenaga kerja andal dan berkualitas di berbagai bidang.
”Nantinya kita tidak hanya memiliki kebebasan pergerakan barang, jasa, investasi, dan sumber daya manusia, tetapi juga merespons cepat bencana yang terjadi serta memberikan kemudahan dalam perjalanan darat, laut, dan udara,” jelasnya.
Neneng zubaidah
Hibah ini untuk harmonisasi pendidikan tinggi antara Eropa dan negara ASEAN. Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Colin Crooks mengatakan, perjanjian danahibahsenilai10jutaeuro ini menjadi bantuan teknis pertama dalam program The European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region (SHARE). Colin mengatakan, tujuan program ini adalah untuk berbagi pengalaman dari Eropa kepada ASEAN.
”Program ini untuk meningkatkan standar dan kualitas perguruan tinggi di kawasan ASEAN berdasar pengalaman Proses Bologna dan pembentukan kawasan perguruan tinggi di Eropa,” katanya dalam peluncuran program baru Harmonisasi Perguruan Tinggi ASEAN di Jakarta kemarin. Colin menjelaskan, perjanjian dana hibah senilai 10 juta euro ini telah ditandatangani antara Uni Eropa dan sebuah konsorsium yang dipimpin British Council yang beranggotakan lima mitranya.
Dia mengatakan, program ini akan berlangsung selamaempat tahunatausampai Januari 2019. Colin mengatakan program SHARE akan memberikan kontribusi pada harmonisasi standar perguruan tinggi di ASEAN, mendukung pengakuan satuan kredit bersama, dan untuk mendorong pertukaran pelajar. Program SHARE juga akanmenyediakan500beasiswa bagi pelajar-pelajar di ASEAN untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
Sementara itu Deputi Sekretaris Jenderal Urusan Komunitas dan Korporasi Sekretariat ASEAN AKP Mochtan menerangkan, SHARE adalah program penting yang melambangkan kerja sama yang erat antara ASEAN dan Uni Eropa. Menurut dia, SHARE hadir pada waktu yang tepat karena MEA akan dimulai akhir tahun ini.
Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peranan penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di ASEAN. Mochtan menambahkan, ASEAN kini bertransformasi menjadi masyarakat yang memiliki banyak kesempatan. Untuk memanfaatkan hal ini, negara anggota ASEAN bergerak cepat guna menyiapkan masyarakatnya menjadi tenaga kerja andal dan berkualitas di berbagai bidang.
”Nantinya kita tidak hanya memiliki kebebasan pergerakan barang, jasa, investasi, dan sumber daya manusia, tetapi juga merespons cepat bencana yang terjadi serta memberikan kemudahan dalam perjalanan darat, laut, dan udara,” jelasnya.
Neneng zubaidah
(ars)