Selamat karena Jari Telunjuk

Kamis, 07 Mei 2015 - 08:20 WIB
Selamat karena Jari...
Selamat karena Jari Telunjuk
A A A
Untung tidak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Artinya kehidupan di depan kita adalah rahasia Sang Pencipta. Itulah yang dirasakan Rukman, 43, salah satu korban longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Saat wartawan berkunjung ke ruang perawatan Rumah Sakit Al Ihsan, Rukman tampak terbaring lemah. Di bagian tubuhnya banyak terdapat luka dan memar. Dia sulit bergerak lantaran tulangnya banyak yang patah. Sang adik, Ai Suryati, 40, tak beranjak dari sisi Rukman. Sesekali dia membenarkan posisi selimut yang menutupi tubuh kakaknya. Dia juga kerap memegang lengan Rukman. Ai menceritakan Rukman sedang tidur di rumah saat longsor terjadi, Selasa (5/5) siang.

Rumah panggung yang dihuni Rukman pun ambruk oleh material longsoran tanah. Rukman terjebak di dalam rumah yang tergulung longsoran. ”Itu terseretnya sekira 20 meter,” kata Ai. Rukman yang merupakan buruh tani itu pun terkubur selama 3 jam. Dia baru ditemukan warga pada pukul 18.00 WIB. ”Badannya sudah tertutup batu, tanah sama kayu. Ditolonginnyasama warga,” jelasnya. Saat itu, hanya jari telunjuk Rukman yang terlihat, sedangkan seluruh tubuhnya tertimbun material longsoran.

”Kakak saya ketahuan tertimbun longsor karena jari telunjuknya keluar dari tanah dan digerakgerakin,” ungkap Ai. Setelah dievakuasi warga, Rukman sempat dibawa ke puskesmas setempat. Dia lalu dilarikan ke RS Al Ihsan untuk mendapatkan perawatan intensif. Menurut Ai, bencana longsor yang menerjang desanya seperti kiamat.

Saat kejadian, Ai mengaku sedang berada di warung. Tak lama, dia merasakan tanah bergetar disambut suara gemuruh yang dibarengi dengan material tanah. ”Longsoran itu menimpa pipa gas dan langsung meledak,” ungkapnya. ”Suara ledakannya sangat keras. Api juga terus bergemuruh sekira satu jam. Seperti kiamat,” imbuhnya.

Saat longsor terjadi, dia melihat rumahnya tergusur. Dia lari menyelamatkan diri dari kejaran longsor yang mengarah kepadanya. Dia bersama warga lalu bahu-membahu menyelamatkan orang-orang yang tertimbun. ”Suasananya sangat mengerikan dan menyedihkan. Warga menangis. Semua berduka."

Ogie Permadi
Kabupaten Bandung
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved