Menangkan Kontestasi ASEAN

Selasa, 05 Mei 2015 - 08:20 WIB
Menangkan Kontestasi...
Menangkan Kontestasi ASEAN
A A A
Remy Sosiawanwijaya.
Mahasiswa Jurusan Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan, Ketua Umum Himpro REESA, dan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor. Institut Pertanian Bogor



Negara-negara ASEAN memiliki potensi yang sangat besar dan luar biasa. Selain memiliki pangsa pasar sebesar lebih dari 600 juta orang, ASEAN juga memiliki potensi menjadi basis produksi yang besar khususnya sektor agri dan manufaktur.

Indonesia sebagai negara ASEAN dituntut untuk memenangkan persaingan regional ASEAN. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 merupakan tantangan awal Indonesia untuk meningkatkan adrenalinnya dan mulai memikirkan strategi memenangkan persaingan. Saat ini Indonesia berada di posisi ke-34 dunia dalam indeks daya saing. Tetapi, posisi ini masih kalah dibandingkan tiga negara ASEAN lainnya. Penjabarannya bisa dilihat yakni Singapura di peringkat kedua, Malaysia di peringkat ke-20, dan Thailand di peringkat ke-31.

Menjadi kekhawatiran bersama bahwa Indonesia akan kalah bersaing di tingkat ASEAN yang akhir 2015 ini segera dimulai dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Untuk memenangkan kompetisi regional ASEAN ini, Indonesia dapat melakukan beberapa hal. Pertama, siapkan mental. Mengapa harus siap mental?

Dengan dimulainya MEA 2015, tingkat kompetisi akan semakin tinggi, bukan hanya kompetisi produk melainkan kompetisi sumber daya manusia (SDM). Kedua, tingkatkan daya saing masyarakat. Poin ini bisa kita lakukan dengan memulai menguasai bahasa asing, misal Inggris, Jerman, dan Thailand. Mempelajari bahasa negara lain bukan berarti seseorang kehilangan rasa nasionalismenya.

Dengan menguasai bahasa asing, seseorang akan memiliki nilai tambah dalam percaturan tenaga ahli di negara-negara ASEAN. Selain itu, seseorang juga harus meningkatkan skill-nya. Jumlah manusia yang begitu besar yang dimiliki Indonesia tanpa diiringi peningkatan kualitas hanya akan menjadi beban pemerintah yang sulit dimanfaatkan memenuhi kebutuhan sektor industri dan jasa. Ketiga, mulai menjalin kemitraan yang strategis. Ibarat sebuah lahan pertanian, ASEAN adalah lahan yang sangat luas dan subur.

Indonesia tidak dapat mengelolanya sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dan mitra sehingga dapat menghasilkan output yang baik. Tentu mitra yang memiliki visi yang sama serta menguntungkan Indonesia misalnya saja kerja sama dalam perdagangan komoditas-komoditas strategis, jasa, maupun manufaktur.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Susul 3 Negara ASEAN...
Susul 3 Negara ASEAN Lainnya, Indonesia Gabung Jadi Mitra BRICS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved