Sekjen PBB Diminta Tak Campuri Hukuman Mati Indonesia

Selasa, 28 April 2015 - 11:53 WIB
Sekjen PBB Diminta Tak...
Sekjen PBB Diminta Tak Campuri Hukuman Mati Indonesia
A A A
JAKARTA - Banyak yang menyayangkan pernyataan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon yang dinilai mengintervensi hukuman mati yang akan dilakukan di Indonesia.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta agar Ban Ki-moon untuk tidak mencapuri hukuman mati yang akan dilakukan Indonesia. Menurutnyam Belum ada Sekjen PBB yang berbicara hukum positif di negara masing-masing seperti Bang Ki-moon.

"Hukuman positif, hukuman mati adalah hukuman positif di Indonesia, sehingga Sekjen PBB tidak perlu ikut campur, karena ini bukan masalah konflik antar negara tapi hukum yang berlaku di negara-negara itu," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Selasa (28/4/2015).

Misalnya kata dia, di Malaysia, Afrika dan Timur Tengah, bahkan di Amerika masih ada hukuman mati, tapi Sekjen PBB tidak pernah mencampuri itu.

"Sebab, memang bukan tugasnya untuk mengintervensi hukuman mati sebuah negara, termasuk hukuman mati di Indonesia," ungkapnya.

Dia menilai, sesungguhnya PBB dalam hal ini Sekjen PBB diperkirakan mendapat tekanan dari Australia, Perancis dan Brasil.

Menurutnya, langkah Ban Ki-moon dapat menurunkan kredibiltas PBB karena sebelumnya tidak pernah mengurus yang lain.

"Bahkan langkah ini bisa menurunkan kredibilitas Ban Ki-moon sendiri di mata dunia karena bukan tugas dan wewenangnya. Ini menunjukan PBB sudah terbiasa mendapat tekanan dan PBB dibawah kepemimpinan Bang Ki-moon lemah," ucap TB Hasanuddin.

Meski mendapat intervensi dari Sekjen PBB, politikus PDIP itu berharap Indonesia terus jalan melakukan hukuman mati. "Karena yang menderita akibat narkoba ini adalah Indonesia bukan negara lain," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved