Badai di Pakistan, 45 Orang Tewas

Selasa, 28 April 2015 - 10:04 WIB
Badai di Pakistan, 45...
Badai di Pakistan, 45 Orang Tewas
A A A
PESHAWAR - Sedikitnya 45 orang meninggal dunia dan lebih dari 200 orang di Pakistan mengalami luka-luka setelah diterjang badai ganas sejak Minggu (26/4).

Otoritas terkait Pakistan kemarin menyatakan jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah mengingat wilayah yang terkena badai cukup luas. Ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Peshawar, porak- poranda setelah semalam dihantam badai disertai hujan lebat. Banyak atap rumah rusak dan dinding bangunan roboh. Beberapa pohon besar tumbang dan menghalangi jalan raya.

Korban rata-rata terluka akibat tertimpa reruntuhan atap rumah, tembok, atau pohon. Menurut otoritas terkait Pakistan, hampir 100 anak mengalami luka-luka di Peshawar. Sementara kerugian material ditaksir sangat besar, meski belum disebutkan detail angkanya.

Maklum, badai itu merusak banyak perkebunan. ”Sedikitnya 45 orang meninggal dan 202 orang mengalami luka-luka. Badai yang diikuti dengan hujan lebat dan angin ribut merusak tanaman gandum dan buah-buahan,” ujar Menteri Informasi Provinsi Khyber Pakhtunkhwa Mushtaq Ghani, dikutip AFP.

Selain itu, ribuan hewan ternak dikhawatirkan mati. Situasi di Peshawar, kemarin, masih kacau balau setelah diterjang badai. Begitu pun wilayah di sekitar Peshawar seperti Nowshera dan Charsadda. Kedua wilayah itu juga terkena dampak parah, meski tidak separah di Peshawar. Pasokan listrik ke ketiga wilayah itu untuk sementara diputus demi keamanan.

Menurut Ghani, korban tewas paling banyak ditemukan di Peshawar. Sekitar 30 orang meninggal di wilayah hub ekonomi daerah pedesaan Pakistan tersebut. Sisanya ditemukan di Charsadda (10 orang) dan Nowshera (5 orang). Pejabat senior Badan Penanggulangan Bencana Pakistan, Aamir Afaq, mengonfirmasi jumlah itu. ”Ya, betul. Jumlah korban meninggal dan luka-luka di Peshawar dan wilayah sekitarnya meningkat,” kata Afaq.

”Saat ini pemerintah sedang berusaha mengirimkan bantuan makanan, tempat untuk berlindung (semacam tenda), dan obat-obatan darurat, termasuk pelayanan medis terhadap warga di wilayah terdampak,” sambungnya.

Muh shamil
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved