Ketua DPR Diancam SP2, Bamsoet: Kubu Agung Makin Lucu Saja
Rabu, 22 April 2015 - 08:42 WIB
Ketua DPR Diancam SP2, Bamsoet: Kubu Agung Makin Lucu Saja
A
A
A
JAKARTA - Protes yang dilayangkan Partai Golkar kubu Agung Laksono akibat rotasi atas sejumlah loyalisnya di DPR yang disetujui Ketua DPR Setya Novanto dinilai sebagai guyonan.
"Kubu AL hari-hari ini makin lucu saja. Mungkin karena tidak paham membaca UU, lagi-lagi dia keluarkan ancaman akan memberikan surat peringatan kedua atau SP2 kepada Ketua DPR Setya Novanto karena dituding memihak kubu Ical terkait rotasi anggota DPR," ujar Sekretaris Fraksi Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) melalui rilis kepada Sindonews, Rabu (22/4/2015).
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengaku tertawa geli mendengarnya. "Sebab, mau SP1, SP2 bahkan SP1.000, enggak ada urusannya. Itu seperti macan ompong," ucapnya.
Bendahara Umum Partai Golkar ini mengingatkan, surat yang mengatasnamakan DPP Partai Golkar oleh kubu Agung Laksono yang ditujukan kepada pemimpin DPR sebaiknya diabaikan saja, karena itu liar. Sebab, lanjutnya, sesuai dengan keputusan sela PTUN bahwa pengesahan kubu Munas Ancol ditunda berlakunya.
"Maka otomatis SK Menkumham yang mereka klaim sebagai suatu pengesahkan kepengurusan kubu mereka itu belum efektif. Sehingga kubu Munas Ancol tidak bisa mengatasnamakan DPP Partai Golkar," jelasnya.
Apalagi saat ini kasus mandat palsu yang mempertegas penyelenggaraan Munas Ancol itu sebagai munas abala-abal atau munas jadi-jadian sudah masuk ke tahap penyidikan di Bareskrim Mabes Polri dan sudah ada tersangkanya.
"Dokumen mandat asli yang diduga palsu itupun oleh Bareskrim sudah disita sebagai barang bukti dari Direktorat Jenderal AHU Kemenkumham. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi diprediksi penyidikan akan sampai kepada pelaku intelektual atau otak pembuat surat mandat (dokumen) palsu termasuk penyandang dananya," pungkasnya.
"Kubu AL hari-hari ini makin lucu saja. Mungkin karena tidak paham membaca UU, lagi-lagi dia keluarkan ancaman akan memberikan surat peringatan kedua atau SP2 kepada Ketua DPR Setya Novanto karena dituding memihak kubu Ical terkait rotasi anggota DPR," ujar Sekretaris Fraksi Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) melalui rilis kepada Sindonews, Rabu (22/4/2015).
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengaku tertawa geli mendengarnya. "Sebab, mau SP1, SP2 bahkan SP1.000, enggak ada urusannya. Itu seperti macan ompong," ucapnya.
Bendahara Umum Partai Golkar ini mengingatkan, surat yang mengatasnamakan DPP Partai Golkar oleh kubu Agung Laksono yang ditujukan kepada pemimpin DPR sebaiknya diabaikan saja, karena itu liar. Sebab, lanjutnya, sesuai dengan keputusan sela PTUN bahwa pengesahan kubu Munas Ancol ditunda berlakunya.
"Maka otomatis SK Menkumham yang mereka klaim sebagai suatu pengesahkan kepengurusan kubu mereka itu belum efektif. Sehingga kubu Munas Ancol tidak bisa mengatasnamakan DPP Partai Golkar," jelasnya.
Apalagi saat ini kasus mandat palsu yang mempertegas penyelenggaraan Munas Ancol itu sebagai munas abala-abal atau munas jadi-jadian sudah masuk ke tahap penyidikan di Bareskrim Mabes Polri dan sudah ada tersangkanya.
"Dokumen mandat asli yang diduga palsu itupun oleh Bareskrim sudah disita sebagai barang bukti dari Direktorat Jenderal AHU Kemenkumham. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi diprediksi penyidikan akan sampai kepada pelaku intelektual atau otak pembuat surat mandat (dokumen) palsu termasuk penyandang dananya," pungkasnya.
(kri)