Pemerintah Klaim Sudah Berbuat Maksimal untuk Siti dan Karni

Sabtu, 18 April 2015 - 13:38 WIB
Pemerintah Klaim Sudah...
Pemerintah Klaim Sudah Berbuat Maksimal untuk Siti dan Karni
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengakui sulit membebaskan perkara TKI Siti Zaenab dan Karni bebas dari hukuman mati.

"Yang paling berat kemarin memang adalah dua (Siti Zaenab dan Karni) ini, karena apa? keluarga (korban) tidak mau memaafkan," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Dalam perkara Karni, kata dia, yang bersangkutan dieksekusi mati setelah membunuh seorang balita berusia tiga tahun yang merupakan anak dari majikannya.

"Gara-gara anaknya terbunuh tersebut. Majikannya di luar rumah lagi nyetir mobil panik nabrak orang lagi, yang ditabrak meninggal. Ini kasus Karni. Kasus Zaenab mungkin masih debatable," terangnya.

Meski begitu, Nusron menegaskan pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk memohon pengampunan dari keluarga korban agar kedua warga negara Indonesia (WNI) ini terbebas dari hukuman mati.

Dia pun membantah apabila pemerintah dikatakan lalai sehingga kedua warga negaranya harus menjalani eksekusi mati di Arab Saudi itu.

"Hukum yang ada di Arab Saudi sana memang setiap ada kasus pembunuhan hanya bisa dibebaskan kalau ada pemaafan dari ahli waris atau keluarga korban."

"Tetapi pada intinya pemerintah tidak abai, sudah tahu jauh-jauh hari sudah berusaha semaksimal mungkin. Hanya memang masalahnya menurut hukum di sana keluarga korban tidak mau memaafkan," tegasnya.

Namun, tambah Nusron, pemerintah tetap menyesalkan sikap pemerintah Arab Saudi yang tidak memberikan informasi mengenai pelaksanaan eksekusi mati itu.

"Dan ternyata yang tidak dikasih notif semacam itu tidak hanya Indonesia. Dalam waktu bersamaan ini ada 25 yang dieksekusi mati, 10 Pakistan, 3 Jordan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Diduga Bunuh Sopir Majikan,...
Diduga Bunuh Sopir Majikan, TKI Terancam Hukuman Mati di Dubai
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Berita Terkini
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved