Tiket KA Lebaran Nyaris Habis

Sabtu, 18 April 2015 - 10:51 WIB
Tiket KA Lebaran Nyaris...
Tiket KA Lebaran Nyaris Habis
A A A
JAKARTA - Tiket kereta api (KA) kelas Ekonomi untuk sebagian besar jurusan dari Jakarta, mulai H-10 hingga H-1 Lebaran, sudah habis terjual. Sedangkan, tiket Bisnis dan Eksekutif sudah terjual setengahnya.

Data yang berhasil dihimpun dari Daerah Operasional (Daop) I PT Kereta Api Indonesia (KAI) kemarin, tiket yang habis terjual untuk keberangkatan pada H-10 hingga H-1 Lebaran dari Stasiun Pasar Senen yakni tiket KA Matraman (Malang), KA GBM Selatan (Surabaya), KA Brantas (Kediri), KA Kertajaya (Surabaya), KA Bengawan (Purwosari), dan KA Tawang Jaya (Semarang).

Adapun, tiket keberangkatan pada H-7 hingga H-1 Lebaran dari Stasiun Pasar Senen dengan KA Krakatau (Kediri), Tegal Ekspres (Tegal), dan Serayu Pagi-Malam (Purwokerto) sudah terjual lebih dari setengahnya. Sedangkan beberapa tiket kereta seperti KA Senja Utama Solo (Solo), Fajar Utama Yogya (Yogyakarta), dan Saung Galih Malam (Kutoarjo) masih tersedia.

Sementara, tiket kelas Bisnis dan Eksekutif untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir pada H-3 dan H-4 Lebaran yang sudah habis adalah tiket KA tujuan Surabaya, Yogyakarta, Malang, Tegal, serta Cirebon. Dari stasiun Gambir hanya tiket KA Argo Parahyangan (Bandung) untuk keberangkatan H-10 hingga H-1 Lebaran yang masih tersedia dalam jumlah banyak.

Senior Manager Corporate Communication Daop I Jakarta Bambang S Prayitno menegaskan, sejak H-10 Lebaran setiap harinya tersedia 29.756 kursi. Total perjalanan sebanyak 61 kali, terdiri atas 34 KA dari Stasiun Gambir dan sisanya dari Stasiun Senen. ”Tiket yang habis untuk beberapa KA yang menjadi favorit masyarakat,” kata Bambang di Jakarta kemarin.

Dia mengingatkan, masyarakat yang akan mudik menggunakan jasa kereta api disarankan untuk mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Pembelian tiket bisa dilakukan secara online melalui situs penjualan tiket maupun situs milik KAI. Selain itu, layanan call center melalui 121 bisa dimanfaatkan untuk pemesan tiket. ”Artinya, pengguna jasa tidak perlu mengantre di loket-loket stasiun,” ungkapnya.

PT KAI juga berkomitmen memberantas calo. ”Kami imbau kepada masyarakat untuk kerja samanya, tidak lagi membeli tiket dari orang semacam itu (calo),” imbuh Bambang. Sementara, Senior Coorporate Communication PT KAI Pusat Agus Komarudin menegaskan akan tetap menyiapkan KA tambahan sebagai antisipasi permintaan masyarakat yang kehabisan tiket.

”KA tambahan tetap ada, saat ini masih kita kaji dulu,” ujar Agus. Mengenai mekanisme KA tambahan, diperlukan analisis mendalam, seperti tidak mengganggu jadwal kereta lain. ”Artinya, semua itu harus dipertimbangkan, mungkin nanti, ketika H-30 atau H-60, informasi kereta tambahan bisa disampaikan ke publik,” paparnya.

Yan yusuf
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved