Kerja Sama Universitas Asing Harus Dikaji Ulang

Jum'at, 17 April 2015 - 09:03 WIB
Kerja Sama Universitas...
Kerja Sama Universitas Asing Harus Dikaji Ulang
A A A
JAKARTA - Perguruan tinggi di Indonesia diminta mengkaji ulang kerja sama dengan perguruan tinggi asing. Terutama jelang diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pengakuan bersama negara ASEAN harus ada untuk keberlanjutan akademik di perguruan tinggi. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pola yang akan diterapkan pada MEA adalah hubungan kerja sama tanpa batas. Hubungan yang terjadi nanti tidak hanya dari segi bisnis oleh pelaku ekonomi, namun juga kerja sama akademik antarperguruan tinggi.

Menurut dia, sebetulnya sudah banyak komitmen bersama antarperguruan tinggi Indonesia dengan asing, namun yang menjadi masalah adalah belum ada peninjauan ulang. ”MEA itu tanpa barrier hubungannya. Perguruan tinggi harus mereviu kembali pola kerja sama dengan perguruan tinggi asing agar ada pengakuan bersama atau mutual recognition,” ungkap Nuh seusai menghadiri Dies Natalis Ke-54 dan Wisuda Universitas Prof DR Moestopo Beragama (UPDMB) di Jakarta kemarin.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan, contoh peninjauan kembali itu misalnya pengakuan ijazah. Jika ijazah perguruan tinggi Indonesia tidak diakui, mahasiswa Indonesia akan sulit melanjutkan kuliah di negara peserta MEA. Sebaliknya, mahasiswa asing pun akan dianggap ilegal jika mau kuliah di Tanah Air. Menurut dia, masih ada waktu bagi perguruan tinggi untuk memproses peninjauan kembali kerja samanya.

Nuh yang sekarang sedang mengembangkan biocybermedic ini mengatakan, untuk pendidikan tinggi, sebenarnya pemerintah sudah membuat kerangka ASEAN Qualification Frame Work (AQFR) yang bisa menjadi rujukan. Dalam pertemuan menteri pendidikan se- ASEAN di Laos tahun lalu, ujarnya, frame work itu sudah diakui bersama. Sedangkan di Indonesia juga sudah memiliki Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI) yang juga merujuk pada AQFR.

”Karena itu, perguruan tinggi harus berpacu dengan kerangka kualifikasi itu. Lalu yang penting juga disiapkan mentalnya. Jangan anggap MEA sebagai persoalan, tetapi tantangan dan kesempatan,” sebutnya. Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, perguruan tinggi sangat besar peranannya dalam MEA. Salah satunya dengan penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan pengembangan ekonomi kawasan.

SBY mengatakan, diperlukan sinergi antarperguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan vokasional sehingga lulusannya bisa disesuaikan dengan permintaan dan mengurangi pengangguran. SBY juga menekankan, perguruan tinggi harus bisa menjadi pusat penggerak inovasi dan sumber inisiasi pendorong kewirausahaan pada mahasiswa. Yang jelas, perguruan tinggi harus meningkatkan kesiapan dan daya saing karena bakal ada kompetisi tinggi dengan perguruan tinggi asing.

Rektor UPDMB Sunarto mengatakan, memasuki MEA persaingan memang tidak hanya terjadi antarperguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga dengan kampus asing. Sekarang pun sudah terjadi persaingan di mana perguruan tinggi luar negeri menawarkan jasa pendidikannya kepada calon mahasiswa di Indonesia.

”Masalahnya, siapkah kita menghadapi persaingan tersebut? Tidak dapat disangsikan kami siap menjadi university’s yang mampu menjawab tantangan pasar domestik dan internasional,” tandasnya. Sunarto mengaku sudah mengantisipasi dan melakukan penguatan diri baik lewat kurikulum, tata kelola manajemen, maupun profesionalisme dosen agar diterima di pasar internasional.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan universitas di Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan negara lain. ”Kami sudah bekerja sama dengan Kedubes Paraguay dalam penyediaan tenaga ahli dan dosen tamu dan dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan Hongaria,” ucapnya.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Di Rakernas APEKSI,...
Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved