Kejagung Akan Percepat Eksekusi Mati Freddy Budiman

Selasa, 14 April 2015 - 19:15 WIB
Kejagung Akan Percepat...
Kejagung Akan Percepat Eksekusi Mati Freddy Budiman
A A A
JAKARTA - Diduga terpidana mati asal Indonesia Freddy Budiman masih mengendalikan bisnis narkoba di dalam penjara, membuat Kejaksaan Agung (Kejagung) menimbang untuk mengeksekusi mati lebih cepat.

Menurut Kepala Biro Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Tony Spontana, Freddy Budiman sudah berstatus terpidana mati. Namun Freddy masih mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kejagung, kata Tony, proses kebijakan hukuman mati terhadap Freddy disikapi secara serius oleh penegak hukum.

"Tentu ini akan menjadi perhatian aparat penegak hukum termasuk Kepolisian, Kejaksaan dan tentunya Mahkamah Agung," ujar Tony di Kejagung, Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Dia menambahkan, permintaan secara khusus ditujukan kepada MA untuk mengeluarkan putusan kasasi agar Kejagung bisa mengambil langkah cepat.

"Secara bijaksana tentu akan mempercepat putusan kasasi yang diajukan oleh Freddy Budiman tersebut," ungkapnya.

Diketahui, nama Freddy Budiman tidak masuk dalam daftar eksekusi mati tahap kedua yang akan dieksekusi mati secara serentak di LP Nusakambangan.

Dari 10 daftar tunggu regu tembak, terpidana asal Indonesia hanya tercantum nama Zainal Abidin yang merupakan terpidana mati asal Palembang, selebihnya kewarganegaraan asing termasuk Duo Bali Nine asal Australia.

Sebelumnya, Freddy Budiman terpidana mati kasus narkoba sempat diterbangkan dari LP Nusakambang, Cilacap, Jawa Tengah ke Jakarta, Rabu 8 April 2015.

Pesawat mendarat di Direktorat Kepolisian Udara, Lapangan Terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan dan langsung membawanya ke Direktorat IV Narkoba, Cawang, Jakarta Timur guna menjalani pemeriksaan ikhwal dugaan dirinya masih mengendalikan jaringan bisnis narkoba dari sel tahanannya.

Freddy merupakan tersangka narkoba yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN). Barang buktinya mencapai 1,4 juta butir pil ekstasi asal China. Selanjutnya, dalam proses hukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonisnya dengan hukuman mati.

Baca: Freddy Budiman Diduga Masih Kendalikan Narkoba dari Penjara
(maf)
Berita Terkait
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Pertama dalam 20 Tahun...
Pertama dalam 20 Tahun Singapura Akan Eksekusi Mati Seorang Wanita
Nisa si Ratu Narkoba...
Nisa si 'Ratu Narkoba' Divonis Mati Hakim PN Medan
Bareskrim Sebut Lemahnya...
Bareskrim Sebut Lemahnya Sistem Hukum Jadi Celah Peredaran Narkoba
Terdakwa Pengedar Sabu...
Terdakwa Pengedar Sabu 35 Kg Lolos Hukuman Mati, Hanya Divonis 20 Tahun Penjara
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Berita Terkini
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved