Koruptor Jadi Pengurus DPP PDIP, Komitmen Mega Dipertanyakan
Sabtu, 11 April 2015 - 16:39 WIB
Koruptor Jadi Pengurus DPP PDIP, Komitmen Mega Dipertanyakan
A
A
A
JAKARTA - Dalam struktur kepengurusan DPP PDIP periode 2015-2020, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memasukkan Idham Samawi menjadi Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi.
Idham adalah Mantan Bupati Bantul yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul. Kasus dugaan korupsi Idham ini menyita perhatian publik, tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi hingga level nasional.
Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bakti pun mempertanyakan komitmen Megawati sebagai Ketua Umum partai berlambang kepala banteng itu dalam pemberantasan korupsi, lantaran memilih tersangka korupsi masuk jajaran kepengurusan DPP PDIP.
"Orang-orang yang diperkirakan terlibat korupsi malah masih masuk ke jajaran pengurus. Miss-nya di situ," ujar Ikrar dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).
Menurutnya, PDIP seharusnya mendengarkan suara masyarakat yang menginginkan perang terhadap korupsi terus dilakukan. Kepercayaan masyarakat kepada PDIP bukan tidak mungkin menurun karena keputusan tersebut.
"Kalau partai tidak mendengarkan suara masyarakat, ya, itu kita lihat saja bagaimana masa depan partai ini," tandasnya.
Baca: Pilih Idham, Komitmen Antikorupsi Megawati Dipertanyakan
Idham adalah Mantan Bupati Bantul yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul. Kasus dugaan korupsi Idham ini menyita perhatian publik, tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi hingga level nasional.
Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bakti pun mempertanyakan komitmen Megawati sebagai Ketua Umum partai berlambang kepala banteng itu dalam pemberantasan korupsi, lantaran memilih tersangka korupsi masuk jajaran kepengurusan DPP PDIP.
"Orang-orang yang diperkirakan terlibat korupsi malah masih masuk ke jajaran pengurus. Miss-nya di situ," ujar Ikrar dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).
Menurutnya, PDIP seharusnya mendengarkan suara masyarakat yang menginginkan perang terhadap korupsi terus dilakukan. Kepercayaan masyarakat kepada PDIP bukan tidak mungkin menurun karena keputusan tersebut.
"Kalau partai tidak mendengarkan suara masyarakat, ya, itu kita lihat saja bagaimana masa depan partai ini," tandasnya.
Baca: Pilih Idham, Komitmen Antikorupsi Megawati Dipertanyakan
(maf)