OTT Andriansyah Dianggap Rudal KPK untuk DPR
Jum'at, 10 April 2015 - 19:25 WIB
OTT Andriansyah Dianggap Rudal KPK untuk DPR
A
A
A
JAKARTA - Partai Nasdem menyebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kader PDIP Adriansyah merupakan rudal yang dikirimkan KPK untuk DPR. Penangkapan Adriansyah merupakan rudal dari KPK.
Hal itu diungkap Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR Johnny G Plate. Rudal merupakan istilah Johnny untuk menggambarkan masalah besar.
Menurut Johnny, terdapat dua rudal yang sedang menimpa lembaga legislatif. Rudal pertama yakni, peristiwa baku hantam yang melibatkan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muljadi dengan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mustofa Assegaf.
Rudal kedua, peristiwa ditangkapnya anggota komisi IV dari fraksi PDIP Adriansyah oleh KPK dalam OTT. "Bahwa pekan ini terjadi masalah besar di DPR dan kami sebut dua rudal yaitu adu jotos DPR dan rudal suap Bali," ujar Johnny di sela-sela acara Seminar Otonomi Daerah di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Atas dua permasalahan besar ini alias rudal, Johnny mengatasnamakan Fraksi Nasdem di DPR, meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dia mengakui dua rudal itu telah membuat citra DPR kembali menurun.
"Kita harus lihat bahwa kejadian ini saat lembaga DPR berjuang dan berusaha kembalikan martabat dan marwah yang selama ini dianggap turun jauh. DPR sekarang mau mengangkatnya. Namun sayang dua kejadian ini jatuhkan ke tingkat nadir dan jadi tugas berat mengangkat marwah dan citra DPR," tandasnya.(ico)
Hal itu diungkap Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR Johnny G Plate. Rudal merupakan istilah Johnny untuk menggambarkan masalah besar.
Menurut Johnny, terdapat dua rudal yang sedang menimpa lembaga legislatif. Rudal pertama yakni, peristiwa baku hantam yang melibatkan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muljadi dengan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mustofa Assegaf.
Rudal kedua, peristiwa ditangkapnya anggota komisi IV dari fraksi PDIP Adriansyah oleh KPK dalam OTT. "Bahwa pekan ini terjadi masalah besar di DPR dan kami sebut dua rudal yaitu adu jotos DPR dan rudal suap Bali," ujar Johnny di sela-sela acara Seminar Otonomi Daerah di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Atas dua permasalahan besar ini alias rudal, Johnny mengatasnamakan Fraksi Nasdem di DPR, meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dia mengakui dua rudal itu telah membuat citra DPR kembali menurun.
"Kita harus lihat bahwa kejadian ini saat lembaga DPR berjuang dan berusaha kembalikan martabat dan marwah yang selama ini dianggap turun jauh. DPR sekarang mau mengangkatnya. Namun sayang dua kejadian ini jatuhkan ke tingkat nadir dan jadi tugas berat mengangkat marwah dan citra DPR," tandasnya.(ico)
(kur)