Soal Insiden Baku Hantam, Perilaku Anggota DPR Memalukan
Kamis, 09 April 2015 - 16:08 WIB
Soal Insiden Baku Hantam, Perilaku Anggota DPR Memalukan
A
A
A
JAKARTA - Insiden baku hantam saat rapat di Komisi VII DPR antara Anggota Komisi VII dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Muljadi dinilai sangat memalukan.
"Memalukan. Itu sangat mencerminkan anggota dewan tidak memiliki sensitivitas sebagai lembaga terhormat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Prof Asep Warlan Yusuf saat dihubungi Sindonews Kamis (9/4/2015).
Menurutnya, Majelis Kehormatan Dewan (MKD) harus memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang memulai aksi baku hantam tersebut. Agar, kejadian yang sama tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Sanksi tegas. Saya yakin rakyat benci dan muak dengan kejadian seperti ini. Sanksinya lewat partai melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)," tegasnya.
Asep berpandangan, seharusnya lembaga terhormat sekelas DPR seharusnya menjaga emosi dan bertindak dengan kepala dingin. Dia menyarankan wakil rakyat terlibat baku hantam menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
"Minta maaf kepada rakyat dan skorsing sehingga jera," tutupnya.
"Memalukan. Itu sangat mencerminkan anggota dewan tidak memiliki sensitivitas sebagai lembaga terhormat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Prof Asep Warlan Yusuf saat dihubungi Sindonews Kamis (9/4/2015).
Menurutnya, Majelis Kehormatan Dewan (MKD) harus memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang memulai aksi baku hantam tersebut. Agar, kejadian yang sama tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Sanksi tegas. Saya yakin rakyat benci dan muak dengan kejadian seperti ini. Sanksinya lewat partai melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)," tegasnya.
Asep berpandangan, seharusnya lembaga terhormat sekelas DPR seharusnya menjaga emosi dan bertindak dengan kepala dingin. Dia menyarankan wakil rakyat terlibat baku hantam menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
"Minta maaf kepada rakyat dan skorsing sehingga jera," tutupnya.
(kri)