Menanti Akhir Pertandingan

Selasa, 07 April 2015 - 08:44 WIB
Menanti Akhir Pertandingan
Menanti Akhir Pertandingan
A A A
Kisruh politik di Indonesia semakin hari semakin memanas. Sejak Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014, permasalahan politik seperti tak pernah bosan hadir pada headline berita nasional.

Setiap hari rakyat dipaksa menonton sekelompok anak kecil berdasi yang saling memperebutkan permen empuk nan legit. Setelah masa saling ”menjatuhkan” pada proses kampanye, kisruh politik di lingkaran kekuasaan memasuki babak baru, bahkan semakin kompleks. Suara rakyat yang mereka kantongi dijadikan dalil untuk saling tikam di kursi parlemen.

Tak hanya kekisruhan antara parpol oposisi dengan parpol koalisi, kekisruhan di lingkungan internal parpol, pelemahan, dan ”pembunuhan” KPK, hingga tuduhan presiden sebagai ”presiden boneka” parpol menambah deret permasalahan politik di Indonesia. Kisruh politik seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi berlarut-larut.

Bagaimanapun, para aktor politik merupakan pihak penentu kebijakan yang seharusnya menjalankan pemerintahan dan pembangunan dengan baik. Bukan saling menyalahkan untuk dianggap sebagai pihak yang paling benar. Hal tersebut memberi dampak negatif pada penyelenggaraan negara dan pembangunan.

Kebijakan yang keluar, tak lagi ditujukan untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk mengamankan posisi dan keuntungan pribadi belaka. Rakyat tentu saja bosan melihat sikap pemegang kekuasaan yang saling menyalahkan satu sama lain. Rakyat saat ini sudah menunggu ada kebijakan baru untuk menghadapi problem-problem ekonomi yang kian berat.

Mereka tak mau menjadi korban atas kisruh yang terjadi terus menerus. Bahan bakar minyak, listrik, gas, dan berbagai kebutuhan pokok yang terus meroket, hendaknya menjadi fokus pemerintah. Nasib mereka sangat bergantung dengan kebijakan yang diambil oleh pemegang kekuasaan. Jangan sampai kekisruhan ini semakin membuat rakyat menderita.

Kepercayaan yang telah rakyat berikan kepada para petinggi negara seharusnya dapat digunakan sebaikbaiknya demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa ke depan. Sudah saatnya mereka bekerja untuk rakyat, maju bersama-sama dan membuat nasib rakyat lebih baik, bukan berseteru saling membuat DPR tandingan, kementerian tandingan, bahkan pengurus partai tandingan.

Sejatinya politik dan pemerintahan bukanlah pertandingan yang akan mengeluarkan satu pemenang. Politik dan pemerintahan adalah tim yang bersamasama membuat kemenangan untuk rakyat, bangsa, dan negara.

Adhe Arviani Aulia
Mahasiwi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat, Penggiat Lembaga Pers Mahasiswa Publica HealthUniversitas Diponegoro Semarang
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved