Penyuap Fuad Amin Dituntut Tiga Tahun Penjara

Senin, 06 April 2015 - 15:17 WIB
Penyuap Fuad Amin Dituntut...
Penyuap Fuad Amin Dituntut Tiga Tahun Penjara
A A A
JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengagendakan sidang pembacaan tuntutan untuk Direktur HRD PT Media Karya Sentosa (PT MKS) Antonio Bambang Djatmiko. Dia merupakan tersangka kasus yang menjerat mantan Bupati Bangkalan KH Fuad Amin Imron.

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa pidana penjara tiga tahun dengan denda Rp250 juta subsidair tiga bulan.

"Memutuskan, menyatakan terdakwa Antonio Bambang Djatmiko terbukti secara sah, meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," papar Jaksa Titik Utami di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (6/5/2015).

Jaksa menilai, Antonio terbukti memenuhi segala unsur pada dakwaan primer yaitu Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Hal yang memberatkan terdakwa ialah karena perbuatannya melakukan dugaan tindak pidana korupsi di saat negara sedang giat-giatnya melakukan upaya pemberantasan korupsi

"Hal meringankan, terdakwa mengakui semua perbuatannya dan bersikap kooperatif dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum dan sopan dalam persidangan," pungkasnya.

Perlu diketahui, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut yakni, Ketua DPRD Bangkalan KH Fuad Amin Imron (FAI), Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonio Bambang Djatmiko (ABD), Ajudan Fuad yaitu Abdul Rouf (AR) dan TNI AL berpangkat Kopral Satu (Koptu) Darmono.

KPK menduga, Fuad Amin telah menerima uang dari Antonio. Rouf sebagai ajudan, ditugaskan oleh Fuad menerima uang dari Antonio yang menugaskan oknum Koptu Darmono yang juga sebagai perantara pemberi.

Atas kronologi tersebut maka, Fuad Amin sebagai penerima suap dan Rouf sebagai perantara penerima suap, disangkakan Pasal 12 huruf a huruf b, Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11 jo dan Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Kemudian terhadap Antonio sebagai pemberi suap disangkakan Pasal 5 Ayat 1 huruf a serta Pasal 5 Ayat 1 huruf b, jo Pasal 13 jo Pasal 55. Sedangkan untuk Koptu Darmono, KPK menyerahkan untuk diadili di Pengadilan Militer.
(kri)
Berita Terkait
Tegang! Penampakan saat...
Tegang! Penampakan saat KPK Tangkap Bupati Bangkalan
OTT KPK, Pimpinan DPRD...
OTT KPK, Pimpinan DPRD Jawa Timur dkk Langsung Dibawa ke Jakarta
Kasus Korupsi Abdul...
Kasus Korupsi Abdul Latif Amin, KPK Periksa Ketua DPRD Bangkalan sebagai Saksi
KPK Tangkap Ketua DPRD...
KPK Tangkap Ketua DPRD Muara Enim
Anggota DPRD dari Partai...
Anggota DPRD dari Partai Perindo Dukung dan Beri Bantuan Pembangunan Jalan Swadaya di Bangkalan
KPK Amankan Sejumlah...
KPK Amankan Sejumlah Uang dari OTT Wakil Ketua DPRD Jatim
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved