Robot Pemburu Kapal Selam Ubah Pertempuran di Laut

Minggu, 05 April 2015 - 09:56 WIB
Robot Pemburu Kapal...
Robot Pemburu Kapal Selam Ubah Pertempuran di Laut
A A A
Revolusi robot yang mengubah metode peperangan di udara dalam waktu dekat akan merambah kelautan dengan adanya satelit mata-mata bawah laut, pod peluncuran drone di dasar laut, dan kapal-kapal tanpa awak yang memburu kapal selam.

Pejabat di badan riset militer Amerika Serikat (AS), Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), mengungkapkan program baru tersebut pekan lalu. DARPA juga akan segera menguji coba sejumlah teknologi yang akan mengubah metode pertempuran di laut. Metodenya hampir mirip dengan pesawat robot yang telah mengubah pertempuran di darat dan udara.

Salah satu sistem baru itu ialah pod robot di dasar laut yang dapat diaktifkan saat diperlukan. ”Pod dapat meluncurkan drone mata-mata di udara atau laut serta menyediakan jaringan komunikasi saat pasukan AS menghadapi kemacetan elektronik,” ungkap Jared Adams, juru bicara DARPA, dikutip kantor berita AFP .

”Motivasinya ialah memungkinkan pengerahan sistem tanpa awak secara cepat ke berbagai lokasi terpencil dengan pengerahan aset beberapa tahun lebih awal dan melepasnya untuk mendapat dampak cepat di masa depan yang kita tentukan,” papar Adams. Program itu disebut ”Upward Falling Payloads” atau UPF.

Pod robot itu mengambang di permukaan air untuk melepas berbagai muatannya yang dapat melakukan sejumlah peran yang saat ini dilakukan oleh kapal selam yang lebih mahal pengoperasiannya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, para peneliti mencari cara menciptakan dan membangun persenjataan baru secara lebih cepat, tanpa melalui proses yang berlarut-larut seperti biasa terjadi di Pentagon.

Deputi Direktur DARPA Steven Walker menjelaskan, lembaga itu sedang meninjau kembali bagaimana cara pengembangan sistem militer baru sehingga lebih hemat biaya dan gesit. ”Beberapa sistem kita saat ini memiliki kemampuan yang ekstrem, yang paling mampu di dunia, tapi mereka sangat kompleks, mereka sangat mahal. Mereka memerlukan waktu lama untuk pengerahan,” ujarnya.

Menurut Walker, program pod bawah laut UPF memiliki sejumlah tantangan teknologi yang serius, termasuk bagaimana memicu peluncurannya, bagaimana membuatnya naik ke permukaan laut dan bagaimana menjamin sumber listrik di bawah laut selama lebih dari setahun. DARPA yang terkenal untuk berbagai eksperimen terobosan selama beberapa tahun terakhir, telah membantu menciptakan internet, pesawat siluman yang tak terdeteksi radar, drone, bom ”smart” dan berbagai teknologi mikro.

DARPA juga melakukan sejumlah riset maritim lainnya. Salah satunya program ”eye”, matamata di dasar laut, termasuk sistem yang tetap dan mobile , yang dapat bertindak sebagai satelit atau ”subulites” memungkinkan militer AS mendeteksi kapal-kapal selam negara lain.

Para peneliti dari Distributed Agile Submarine Hunting (DASH) memperkirakan subulites akan memiliki jangkauan deteksi yang sangat luas. Para peneliti DARPA juga sedang membuat sonar pasif bawah laut yang dapat mendeteksi sinyal-sinyal akustik kapal selam.

Syarifudin
(bbg)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved