PBB Undang RI Berbagi Ilmu Ketenagakerjaan

Senin, 30 Maret 2015 - 10:47 WIB
PBB Undang RI Berbagi...
PBB Undang RI Berbagi Ilmu Ketenagakerjaan
A A A
JAKARTA - Dewan Ekonomi Sosial PBB atau Economic And Social Council (ECOSOC) secara khusus mengundang pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam bidang ketenagakerjaan pada forum ekonomi yang digelar di New York, 30 Maret-1 April 2015.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan, dirinya akan menjadi pembicara utama dalam Forum ECOSOC Integration Segment tahun 2015 yang digelar di Gedung PBB di New York, Amerika Serikat.

Hanif mengatakan, kehadirannya dalam forum ECOSOC tersebut atas undangan Vice President of ECOSOC Vladimir Drobnjak yang meminta secara khusus agar Indonesia dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman atas berbagai praktik-praktik terbaik dalam bidang ketenagakerjaan kepada negara-negara anggota PBB lainnya.

”Dalam forum ECOSOC ini, kita paparkan kebijakan pemerintah Indonesia di bidang ketenagakerjaan yang berkomitmen mendukung upaya internasional dalam penciptaan lapangan pekerjaan berkualitas serta mewujudkan kerja layak untuk semua,” tandas Hanif dalam siaran pers yang diterima KORAN SINDO kemarin.

ECOSOC merupakan badan utama PBB yang mengoordinasikan kerja sama internasional dalam bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, pendidikan, dan kesehatan dunia, termasuk kaitannya dengan bidang ketenagakerjaan. Forum ECOSOC 2015 akan mengambil tema Achieving Sustainable Development through Employment Creation and Decent Work for All .

Forum ini melibatkan unsur tripartit (pemerintah, pengusaha, dan pekerja) dari negara-negara anggota PBB, ILO, dan organisasi- organisasi lain di bawah PBB serta LSM. Hanif mengatakan, pemerintah Indonesia akan berbagai hasil rumusan upaya pencapaian kerja layak di Indonesia, di antaranya membahas kondisi transisi ekonomi dan dampak kondisi sosial dan politik terhadap pendapatan serta kebijakan dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan pemenuhan hakhak pekerja di tempat kerja.

Selain itu, Indonesia juga akan memaparkan strategi pembangunan yang berkelanjutan. Termasuk pembangunan di kota dan pedesaan, penanganan pekerja migran, penciptaan green jobs , peningkatan keterampilan dan produktivitas, serta jaminan sosial.

Hanif berharap kerja sama internasional dalam bidang ekonomi dan sosial ini bisa membantu negaranegara anggota PBB untuk mewujudkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan mewujudkan kerja layak di negaranya masing-masing.

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengatakan, kepada dunia internasional, pemerintah Indonesia memang harus terbuka, terutama dalam mewujudkan kesadaran publik untuk mengakhiri perbudakan modern.

Dia juga menitip pesan agar Indonesia mendesak semua sektor untuk menerapkan norma dan standar bisnis yang menghormati hak asasi manusia, keadilan dan kesetaraan gender, serta kelestarian lingkungan.

Neneng zubaidah
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Nonton Prambanan Jazz...
Nonton Prambanan Jazz Festival Makin Seru, Nikmati Promo dan Kemudahan Transaksi dari BRI!
Kemenhaj Siapkan Manasik...
Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Brigjen LMI Jadi Tersangka...
Brigjen LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Qodari: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved