Kiai Kampung-NU Ikut Berdayakan Desa

Minggu, 29 Maret 2015 - 10:11 WIB
Kiai Kampung-NU Ikut...
Kiai Kampung-NU Ikut Berdayakan Desa
A A A
PALEMBANG - Peran kiai kampung dan tokoh NU di perdesaan sangat dibutuhkan untuk turut serta mendorong kebijakan pembangunan desa.

Melalui keterlibatan tersebut diharapkan pemberdayaan desa bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. ”Kiai-kiai kampung bisa melakukan peran itu karena selama kiai-kiai kampung secara informal telah berperan sebagai pemimpin dan tokoh anutan bagi masyarakat sekitarnya,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar saat memberikan sambutan di depan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Palembang, Sumatera Selatan, kemarin.

Sebagai pemimpin dan tokoh anutan masyarakat di sekitarnya, kiai kampung menurut Menteri Marwan memiliki peran nyata dalam membantu program pembangunan desa. ”Pertama dengan memberikan landasan keagamaan bahwa pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa adalah suatu ibadah jika niatnya untuk kebaikan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Selain itu, kiai kampung bisa memanfaatkan berbagai forum keagamaan untuk mengajak masyarakat mendukung dan ikut serta dalam pembangunan desa. ”Forum-forum keagamaan seperti istigasah, pengajian cukup efektif untuk dijadikan sebagai forum sosialisasi berbagai kebijakan tentang desa,” imbuhnya. Kiai kampung, menurut Marwan, juga bisa berperan aktif dalam musyawarah desa khususnya dalam perumusan RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.

”Kiai kampung juga bisa mendorong beberapa kader NU untuk menjadi tenaga pendamping desa melalui proses rekrutmen terbuka yang diselenggarakan pemerintah,” ujar dia. Kiai kampung yang tentunya sudah banyak mengenal potensi desa, menurut dia, juga bisa berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi desa melalui pembentukan BUMDes.

”Terakhir para kiai kampung juga bisa membangun silaturahmi dan sinergi dengan elemen masyarakat lainnya untuk mengawasi penggunaan dana desa agar sesuai dengan alokasinya dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Plt Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Suprayoga Hadi mengakui pendampingan memang perlu untuk mengupayakan pengelolaan dana desa yang tepat sasaran, akuntabel, dan profesional agar kemandirian desa terwujud. Pasalnya, implementasi dana desa ini memiliki potensi penyalahgunaan yang disebabkan lemahnya koordinasi danpengawasan.

Ahmad fajri
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
50.000 Tentara Israel...
50.000 Tentara Israel Tak Mampu Rebut Satu Desa Pun di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved