KASN Temukan Praktik Jual-Beli Jabatan di Daerah

Rabu, 25 Maret 2015 - 11:26 WIB
KASN Temukan Praktik...
KASN Temukan Praktik Jual-Beli Jabatan di Daerah
A A A
JAKARTA - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) masih menemukan praktik jual-beli jabatan di beberapa daerah di Indonesia. Praktik tersebut dinilai menghambat percepatan reformasi birokrasi di Tanah Air.

Ketua KASN Sofian Effendi mengatakan, pihaknya terus mendorong dilakukannya seleksi terbuka di seluruh instansi pemerintah untuk pengisian jabatan tinggi. ”Sekarang dengan seleksi terbuka sudah berkurang, tapi masih terjadi di beberapa daerah,” kata Sofian Effendi di Jakarta kemarin. Lebih lanjut dia menuturkan, KASN menemukan beberapa masalah itu di daerah Indonesia bagian timur, tetapi dia enggan menyebutkan nama daerah secara lebih rinci.

Sementara untuk penanganan, kata dia, KASN telah mengirimkan peringatan pada Kementerian Dalam Negeri untuk menindak kepala daerah yang ditemukan melakukan jual-beli jabatan dan jika tidak segera ditanggapi, KASN akan mengirimkan rekomendasi langsung kepada Presiden untuk memecat langsung pihak yang bersangkutan.

Untuk mengatasi praktik jual-beli jabatan, ujar dia, KASN menjadikan seleksi terbuka menjadi fokus utama selama empat bulan terakhir dan akan terus mengawasi agar praktik itu terus berkurang.

Meski kini praktik itu masih ditemukan, dia yakin ke depan jual-beli jabatan akan terus berkurang di instansi pemerintah karena KASN akan meningkatkan pengawasan setelah memiliki pegawai. ”Sekarang kan yang bekerja di KASN baru tujuh orang, padahal yang harus diawasi lebih dari 600 instansi. Nantilah kalau pegawai sudah terkumpul, pasti pengawasan lebih maksimal,” ujar dia.

Sebelumnya, pakar administrasi publik dari Universitas Medan Area, Warjio mengatakan bahwa kepala daerah pascareformasi merupakan raja-raja kecil. Karena itu, bukan hal yang mengejutkan jika ditemukan praktik-praktik mutasi yang kental aroma transaksional.

”Ini demi kepentingan si kepala daerah. Maka mutasi dalam struktural bahkan sampai kepala sekolah pun sangat bisa terjadi. Saya rasa ini hampir kerap terjadi,” ujar dia.

Dita angga/ant
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved