Percetakan Naskah UN Sudah Capai 84%

Kamis, 19 Maret 2015 - 10:40 WIB
Percetakan Naskah UN...
Percetakan Naskah UN Sudah Capai 84%
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin naskah soal ujian nasional (UN) sampai ke sekolah secara tepat waktu.

Proses pencetakan naskah soal secara nasional sudah mencapai 84,22 %. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, materi ujian dan lembar jawaban sudah siap untuk didistribusikan. Untuk DKI Jakarta sudah siap 99%, Papua dan Maluku juga sudah siap 99% bahkan untuk naskah di NTT baik di jenjang SMA dan SMK sudah siap 100%. Kesiapan yang terendah, ungkapnya, ada di Sulawesi Tenggara yang baru 25%.

”Kita optimistis semua akan tepat waktu. Kita akan kawal percetakan dan distribusi naskah UN ini hingga menjelang UN berlangsung,” katanya saat sidak ke salah satu percetakan PT Pertja di kawasan Industri Pulogadung kemarin. Berdasarkan data terakhir, 84,22% naskah soal sudah dicetak. Dari target 12.502.938 naskah, yang harus dicetak sudah 10.530.465 naskah yang telah dicetak untuk jenjang SMA.

Sementara untuk jenjang SMK sudah 75,84%, yakni targetnya 4.042.569 sudah dicetak sebanyak 3.065.913 naskah soal. Kemendikbud memberikan waktu pencetakan naskah sejak 5-20 Maret, pengepakan pada 21-28 Maret, dan harus disimpan di gudang provinsi pada 29 Maret. Sementara distribusi naskah soal ke SMA dan sederajat pada 29 Maret-11 April. Pembiayaan untuk penyimpanan di gudang provinsi merupakan tanggung jawab pencetakan.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini menegaskan tidak akan ada kebocoran naskah soal. Dia mempercayai percetakan terus mengawasi jalannya pencetakan agar naskah tidak bocor keluar. Anies juga mempercayai bahwa guru-guru akan jujur dan juga siswa tidak akan membeli soal UN yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi, UN tahun ini tidak lagi menjadi momok menakutkan.

Terkait dengan UN Computer Based Test (CBT), praktisi teknologi informasi komputer (TIK) Michael Sunggiardi mengatakan, server dan peralatan komputer membutuhkan pasokan listrik yang kontinu agar dapat bekerja dengan optimal. Pasalnya, komponen komputer terdiri dari komponen aktif yang bekerja berdasarkan listrik statis, di mana akan hilang memorinya kalau listrik mati mendadak karena belum sempat direkam ke harddisk .

Demikian juga harddisk akan rusak datanya kalau di tengah jalan proses penulisan data pasokan listriknya mati. Karena itu, dia ingin memastikan Kemendikbud harus menjamin pasokan listrik dan ketersediaan perangkat UPS (uninterruptible power supply ) yang stabil.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved