Pedagang Merasa Harga Kios Mahal

Selasa, 17 Maret 2015 - 11:11 WIB
Pedagang Merasa Harga...
Pedagang Merasa Harga Kios Mahal
A A A
JAKARTA - Upaya PD Pasar Jaya untuk merevitalisasi Pasar Inpres Blok VI Senen terus dilakukan. Saat ini proses pembangunan sudah memasuki tahap sosialisasi harga.

Sebelumnya PD Pasar Jaya melakukan zonasi untuk pemisahan antara pedagang basah seperti pedagang sayur, ikan, dan buah dengan pedagang kering seperti pedagang kain, ulos, sepatu, serta tas. Namun, seperti sosialisasi sebelumnya, pedagang menolak harga pasar yang ditawarkan PD Pasar Jaya yakni Rp70 juta per meter.

Hal tersebut dirasa memberatkan pedagang. Pantauan di lokasi, pasar yang dibangun sejak 1960-an dan belum pernah direnovasi kembali hingga saat ini kondisinya kumuh dan mengkhawatirkan. Untuk menopang bangunan yang konstruksinya nyaris ambruk, beberapa tiang besi dijadikan sebagai penyangga.

Ketua Asosiasi Pedagang Tradisional Warson Aritonang mengatakan, kondisi Pasar Senen Blok VI sudah nyaris ambruk. SejauhiniPD PasarJaya memang telah sosialisasikan rencana pembangunan pasar kepada pedagang. “Namun, harganya di luar kemampuan kami,” katanya kemarin.

Menurutnya, Blok VI adalah pasar inpres yang diberikan secara gratis oleh mantan Presiden Soeharto. Saat ini pedagang merasa berat jika diwajibkan membayar Rp70 juta untuk mendapatkan kios. “Jika kita hendak memiliki kios seluas 2x2 meter, tentu harus bayar Rp280 juta. Dari mana kita dapat uang sebanyak itu mengingat saat ini Blok VI sudah sepi pembeli,” ucapnya.

Manajer Unit Pasar Besar Senen Royani mengatakan, pihaknya menetapkan harga Rp70 juta per meter bukan tanpa pertimbangan. Saat ini Senen merupakan kawasan komersial yang sedang berkembang. Apalagi jika sudah dilakukan pembangunan, kawasan ini akan semakin berkembang.

Pihaknya akan mengintegrasikan lima pasar di kawasan Senen. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan membuat akses ke terminal dan stasiun. Dengan kata lain, harga tersebut sudah termasuk upaya mengundang pembeli dari berbagai arah.

Menurut Royani, teknis pembayaran juga tidak terlalu memberatkan. Sebanyak 20% dibayarkan pedagang selama masa pembangunan pasar selama dua tahun. Sementara 80% dibayar dengan cara dicicil melalui bank yang ditunjuk.

Ridwansyah
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved