Kemewahan Personal

Minggu, 15 Maret 2015 - 10:46 WIB
Kemewahan Personal
Kemewahan Personal
A A A
”Etihad reimagine flying by providing new levelsof luxury and comfort to passengers.” Kalimat inilah yang dikedepankan Etihad Airways yang ingin selalu memanjakan setiap penumpangnya dengan pelayanan perjalanan mulai keluar rumah, sampai ke tempat tujuan hingga kembali lagi ke rumah.

Pengalaman itulah yang dirasakan KORAN SINDO dalam perjalanan Jakarta-Abu Dhabi- London-Abu Dhabi-Jakarta dengan stopover selama 3 hari di Abu Dhabi. Terbukti, Etihad tidak hanya menjanjikan luxury and comfort, tapi juga menawarkan new level of luxury and comfort. Penumpang benar-benar diperlakukan bak raja.

Jika Periskop pekan lalu membahas tentang kenyamanan terbang di kabin kelas bisnis Etihad, kali ini kita mengulas berbagai kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan bagi para penumpang sebelum naik dan setelah turun dari pesawat. Sebagai penumpang kelas bisnis, kami berhak atas layanan Etihad Chauffeur, yaitu layanan antar-jemput ekslusif cuma-cuma dengan mobil mewah dari dan ke rumah atau hotel.

Layanan ini juga berlaku untuk penumpang kelas satu, sementara penumpang the Residence memiliki tingkat layanan yang lebih tinggi dan privasi. Layanan Etihad Chauffeur berlaku di lebih dari 40 kota destinasi Etihad di dunia. Sayangnya, hingga saat ini layanan tersebut belum tersedia di Jakarta. Sebelum melakukan penerbangan, setelah check in di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Etihad mengantar kami ke salah satu business class lounge.

Setelah menjalani penerbangan selama delapan jam, pesawat mendarat di Abu Dhabi International Airport pada pukul 07.30 waktu setempat. Karena harus langsung menghadiri sebuah pertemuan pada pukul 10.00, kami pun meluncur ke Etihad Arrival Lounge yang sangat mewah dan elegan. Di sana tersedia sajian makan dan minum serta kamar mandi. Begitu keluar dari pintu bandara, seorang pria sudah menunggu kami. Dia mengusung papan nama bertuliskan ”KORAN SINDO”.

Mobil dari Etihad Chaffeur sudah menanti yakni sebuah sedan Cadillac. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian kunjungan selama tiga hari di Abu Dhabi, kami bersiap kembali menuju bandara pada 12 Februari untuk penerbangan ke London. Sedan Cadillac hitam dengan jenis yang sama sudah menunggu di depan hotel. Sesampainya di bandara, Cadillac tersebut berhenti di tempat drop off khusus business class dan first class.

Petugas concierge service dengan sigap langsung menangani bagasi yang kami bawa. Proses check in ternyata sangat ringkas. Hanya tempo 10 menit, kami sudah melewati pemeriksaan imigrasi yang juga dibuat khusus untuk penumpang business class dan first class. Karena masih tersisa waktu satu jam sebelum boarding, kami ditemani pegawai Etihad menuju Etihad Lounge khusus penumpang business class dan first class. Setelah semua agenda di London tuntas, saatnya kami pulang ke Indonesia.

Ternyata Etihad Lounge di Bandara Heathrow, London, tak kalah bagus dengan di Abu Dhabi. Suasananya sangat comfy dan layanan yang diberikan sangat simpatik. Waktu satu jam menunggu boarding sama sekali tak terasa. Sesampainya di Abu Dhabi untuk transit rupanya sudah ada petugas Etihad yang memberikan layanan meet and greet menemani kami ke Etihad Lounge.

Petugas tadi menjemput kembali menjelang boarding bahkan mengantarkan kami hingga tangga pesawat. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, kami mengira semua layanan itu telah selesai. Ternyata masih ada lagi layanan meet and greet yang menemani hingga semua bagasi beres masuk ke dalam taksi. Inilah perjalanan yang sangat berkesan, penuh kenyamanan dan begitu personal.
(ars)
Berita Terkait
Jabatan Apa pun yang...
Jabatan Apa pun yang Diemban, Milenial Harus Punya Integritas
Puasa di Tengah Pandemi...
Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Jaga Gizi Seimbang dan Berpikir Positif
iPhone Bakal Dibekali...
iPhone Bakal Dibekali Kamera Periskop di 2020
Menghadapi Ujian pada...
Menghadapi Ujian pada Hari Kemenangan
New Normal, Kebutuhan...
New Normal, Kebutuhan Alat Olah Raga Baru Meningkat
Bertahan di Tengah Pandemi,...
Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Dituntut Kreatif untuk Survive
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved