Rand Paul Ingin Bangun Negara Kurdistan

Jum'at, 13 Maret 2015 - 10:47 WIB
Rand Paul Ingin Bangun...
Rand Paul Ingin Bangun Negara Kurdistan
A A A
WASHINGTON - Senator Rand Paul mengguncang Senat Amerika Serikat (AS) dengan idenya membangun bangsa bagi kaum Kurdi. Paul meminta AS mengirim kapal senjata ke Kurdi dan membangun bangsa yang dinamakan Kurdistan.

Paul yang terkenal karena keengganannya untuk turut campur dalam masalah luar negeri kini punya pendapat baru tentang masalah luar negeri. Ia menilai bantuan AS untuk kaum Kurdi dapat membantu memberantas gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang semakin membuat publik dunia khawatir.

Dia mengajak Partai Republik dan Demokrat sama-sama membangun negara baru agar kaum Kurdi bisa berkembang. Paul berpendapatan sebagian besar kaum yang tinggal di Timur Tengah adalah Kurdi. Menurut Paul, mereka layak untuk tinggal dalam satu kawasan baru dengan otonomi baru.

“Saya akan menjanjikan mereka suatu negara. Mereka sudah berjuang mati-matian untuk membela negaranya dari ISIS. Karena itu, mereka berhak memiliki wilayah baru dengan otoritas baru,” terang Paul, dikutip Hufftington Post . Usulan ini sudah diajukan kepada parlemen, namun kecil kemungkinan bisa terwujud mengingat memb u a t negara bukan perkara mudah.

Randal Howard “Rand” Paul adalah seorang dokter Amerika dan politikus dari Kentucky. Paul saat ini menjabat di Senat Amerika Serikat sebagai anggota Partai Republik dan seorang dokter mata yang terlatih. Lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, Paul merupakan lulusan dari Duke University School of Medicine.

Paul mulai berlatih oftalmologi pada 1993 di Bowling Green, Kentucky, dan mendirikan klinik sendiri pada Desember 2007. Politikus berusia 52 tahun ini dianggap sebagai pendukung gerakan Tea Party dan kritikus vokal dari Federal Reserve System. Oleh Partai Republik, dia dianggap pantas masuk nominasi untuk mengikuti Pemilu Presiden 2016.

Karier politiknya dimulai dengan menjabat sebagai kepala cabang lokal Konservatif Muda Texas selama pertengahan 1980-an. Pada 1994, Paul mendirikan organisasi antipajak, Kentucky Wajib Pajak Serikat (KTU) dengan menjabat sebagai ketua organisasi dari awal. Sejumlah aktivitas politiknya di AS membuat Paul masuk dalam jajaran 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time 2013 dan 2014.

Rini Agustina
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved