Pesantren Harus Sebarkan Nilai Toleransi

Kamis, 12 Maret 2015 - 10:52 WIB
Pesantren Harus Sebarkan...
Pesantren Harus Sebarkan Nilai Toleransi
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama menepis dugaan adanya sekitar 30 pesantren yang terindikasi mengajarkan paham radikal. Pesantren tidak mungkin mengajarkan pemahaman radikalisme yang bertentangan dengan misi agama itu sendiri.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pendidikan pesantren justru mengajarkan hakikat Islam sesungguhnya dengan nilai-nilai toleransi yang sangat bertentangan dengan ajaran radikalisme. ”Kalau ada dugaan seperti itu tentu dipertanyakan, apakah itu benar-benar pesantren ataukah sekadar perkumpulan atau kelompok diskusi tertentu yang menggunakan bangunan mirip pesantren.

Jangan sampai institusi pesantren ternodai karena dugaan itu,” katanya di Jakarta kemarin. Meski meyakini pesantren tak mengembangkan radikalisme, Lukman Hakim meminta masyarakat untuk proaktif terhadap segala bentuk aktivitas sekelompok orang, terlebih pendatang, yang mengajarkan paham yang mencurigakan.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen mengakui, pihaknya beberapa hari lalu didatangi BNPT untuk menyampaikan data bahwa ada sekitar 30 pesantren yang terindikasi radikal. Mohsen optimistis pendidikan pesantren tetap dalam koridor ajaran Islam dengan prinsip rahmatan lilalamin.

”Kami sudah klarifikasi temuan itu lewat kanwil setempat,”katanya. Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan, mainstream pesantren pada umumnya moderat. Komaruddin meminta pemerintah jeli dalam melihat kasus radikalisme di Indonesia.

”Apakah yang diduga radikal itu sebagai pengembangan ideologi, atau ekspresi kemarahan atau upaya sekelompok orang untuk mencari perhatian dengan menggunakan simbol agama,” katanya.

Khoirul muzakki
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved