Ahok Terserang DBD di Tengah Kisruh APBD
Selasa, 10 Maret 2015 - 10:57 WIB
Ahok Terserang DBD di Tengah Kisruh APBD
A
A
A
JAKARTA - Pemandangan berbeda tampak di Balai Kota DKI Jakarta kemarin sore. Asap tebal putih menyelimuti kantor pusat pemerintahan warga Ibu Kota tersebut. Pengasapan (fogging ) di Balai Kota ini bukannya tanpa alasan.
Fogging dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terjangkit demam berdarah dengue (DBD). ”Ya, fogging ini sebagai tindak lanjut setelah kami mendapat kabar Pak Gubernur terkena DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Koesmedi Priharto di Balai Kota kemarin.
Tak tangg ung- t a n g - gung, fogging dilakukan selama dua hari yakni kemarin dan hari ini. Tindakan ini sebagai antisipasi agar para pegawai yang bekerja di lingkungan Balai Kota tidak terjangkit DBD. ”Kita waspada saja. Petugas fogging -nya berada di bawah koordinasi Sudin Kesehatan Jakarta Pusat. Kita akan lakukan dua hari,” ungkapnya. Meski fogging dilakukan di Balai Kota, bukan berarti Ahok terkena DBD di tempatnya bekerja.
Mantan bupati Belitung Timur itu diketahui terkena DBD di kediamannya kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dia terkena DBD bersama anak bungsunya, Daud Albanneer. Serangan nyamuk aedes aegypti ke Ahok bertepatan dengan kekisruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2015 yang belum juga disahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Akibatnya banyak yang menduga sakitnya Ahok sebagai dampak dari perseteruan tersebut. Sakitnya Ahok mengundang simpatik dari banyak kalangan, tak terkecuali seteru politiknya. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) menasihati agar Ahok tidak terlalu memaksakan fisiknya untuk bekerja melewati batas supaya kesehatan tidak terganggu.
Apalagi masalah APBD belum terselesaikan. DPRD dan Ahok masih menjadi dua pihak yang berhadaphadapan. Lulung pun menyarankan agar Ahok tidak terlalu stres. ”Tetap jaga kesehatan, jangan diforsir. Jangan terlalu stres karena kita masih menghadapi masalah besar, APBD belum selesai, apalagi dia sudah mulai merencanakan pergubpergub- an,” ujarnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan APBD untuk kepentingan rakyat Ibu Kota secara keseluruhan sehingga harus segera dicairkan. Dia pun berdoa agar Ahok segera sehat dan dapat segera bekerja kembali. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menampik sakitnya Ahok akibat stres setelah terus menerus berseteru dengan DPRD mengenai APBD 2015.
Berdasarkan kabar yang diterimanya, Ahok sakit akibat terjangkit DBD di rumahnya berbarengan dengan putra bungsunya. ”APBD kan sudah di ranahnya Kemendagri. Kami menunggu hasil evaluasi dari Kemendagri pada 13 Maret. Kalau pakai APBD Perubahan 2014 baru pergub itu dikeluarkan. Lagian DBD itu paling satu-dua hari,” tegasnya.
Bima setiyadi
Fogging dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terjangkit demam berdarah dengue (DBD). ”Ya, fogging ini sebagai tindak lanjut setelah kami mendapat kabar Pak Gubernur terkena DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Koesmedi Priharto di Balai Kota kemarin.
Tak tangg ung- t a n g - gung, fogging dilakukan selama dua hari yakni kemarin dan hari ini. Tindakan ini sebagai antisipasi agar para pegawai yang bekerja di lingkungan Balai Kota tidak terjangkit DBD. ”Kita waspada saja. Petugas fogging -nya berada di bawah koordinasi Sudin Kesehatan Jakarta Pusat. Kita akan lakukan dua hari,” ungkapnya. Meski fogging dilakukan di Balai Kota, bukan berarti Ahok terkena DBD di tempatnya bekerja.
Mantan bupati Belitung Timur itu diketahui terkena DBD di kediamannya kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dia terkena DBD bersama anak bungsunya, Daud Albanneer. Serangan nyamuk aedes aegypti ke Ahok bertepatan dengan kekisruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2015 yang belum juga disahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Akibatnya banyak yang menduga sakitnya Ahok sebagai dampak dari perseteruan tersebut. Sakitnya Ahok mengundang simpatik dari banyak kalangan, tak terkecuali seteru politiknya. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) menasihati agar Ahok tidak terlalu memaksakan fisiknya untuk bekerja melewati batas supaya kesehatan tidak terganggu.
Apalagi masalah APBD belum terselesaikan. DPRD dan Ahok masih menjadi dua pihak yang berhadaphadapan. Lulung pun menyarankan agar Ahok tidak terlalu stres. ”Tetap jaga kesehatan, jangan diforsir. Jangan terlalu stres karena kita masih menghadapi masalah besar, APBD belum selesai, apalagi dia sudah mulai merencanakan pergubpergub- an,” ujarnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan APBD untuk kepentingan rakyat Ibu Kota secara keseluruhan sehingga harus segera dicairkan. Dia pun berdoa agar Ahok segera sehat dan dapat segera bekerja kembali. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menampik sakitnya Ahok akibat stres setelah terus menerus berseteru dengan DPRD mengenai APBD 2015.
Berdasarkan kabar yang diterimanya, Ahok sakit akibat terjangkit DBD di rumahnya berbarengan dengan putra bungsunya. ”APBD kan sudah di ranahnya Kemendagri. Kami menunggu hasil evaluasi dari Kemendagri pada 13 Maret. Kalau pakai APBD Perubahan 2014 baru pergub itu dikeluarkan. Lagian DBD itu paling satu-dua hari,” tegasnya.
Bima setiyadi
(bbg)