Grand Curriculum bagi Pendidikan

Senin, 23 Februari 2015 - 10:10 WIB
Grand Curriculum bagi...
Grand Curriculum bagi Pendidikan
A A A
Resvia Afrilene.
Mahasiswi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Koordinator External Affairs Forum For Indonesia 2014. Universitas Airlangga

Memajukan pendidikan tinggi di negeri ini tidak dapat ditempuh dengan jalan pintas seperti hanya merekonstruksi sistem pendidikan tinggi.

Proses memajukan itu harus melalui proses pendidikan yang baik dan kontinu sejak pendidikan dasar dimulai. Sesuai dengan istilah yang dipakai, yakni pendidikan tinggi, memajukan pendidikan tinggi dapat dengan menjadikannya sebagai kelanjutan sistem pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga atas secara komprehensif.

Dalam hal ini, salah satu aspek yang perlu diperhatikan sebagai komponen kualitas sumber daya manusia yang terdidik adalah keselarasan intelektualitas dengan moralitas. Seharusnya, kita dapat kembali berkaca pada makna pendidikan bagi Ki Hajar Dewantara yang notabene adalah Bapak Pendidikan Indonesia bahwa pada dasarnya pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia agar dapat menjadi insan yang merdeka dalam arti dapat diatur tapi tidak disetir.

Oleh karena itu, menurut penulis, terdapat solusi terbaik untuk memajukan pendidikan tinggi, yaitu dengan kembali ke akar tujuan pendidikan. Indonesia membutuhkan grand curriculum dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi berbasis sinergi antara pengajaran intelektual dengan pendidikan moralitas.

Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain, pertama, merancang sistem pendidikan psikologis yang berkelanjutan sesuai dengan tingkatan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi sebagai pembentukan insan merdeka dan bermoral.

Kedua, mengagendakan praktik pengajaran bertemakan kepedulian sosial secara periodik untuk merangsang kepekaan sosial sejak dini dan bermuara pada lahirnya aktivis sosial yang tidak materialistis di pendidikan tinggi. Yang ketiga melalui teori dan praktik yang berjalan beriringan dalam setiap mata ajaran berdasarkan pada keluhuran moralitas bangsa.

Dengan demikian, apa yang dicita-citakan Ki Hajar Dewantara sebagai sistem among pendidikan melalui tuntunan dan bimbingan yang mengutamakan kepentingan sosial dapat menjadi grand curriculum yang memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved