Program Kemiskinan Harus Terintegrasi

Rabu, 18 Februari 2015 - 13:45 WIB
Program Kemiskinan Harus...
Program Kemiskinan Harus Terintegrasi
A A A
JAKARTA - Program Keluarga Harapan (PKH) harus terintegrasi dengan program-program pengentasan kemiskinan lain agar target dapat tercapai. Program itu antara lain Kartu Keluarga Sejahtera(KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beras untuk Warga Miskin (Raskin), dan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu).

“Kalau kita menemukan penerima PKH, kita harus mengintervensi dengan Kelompok Usaha Bersama (Kube). Juga mereka dapat KIS, KIP, KKS. Selanjutnya kita intervensi dengan Raskin. Kalau kita menemukan penerima PKH rumahnya tak layak huni, kita intervensi dengan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu),” ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Gedung Kemensos kemarin.

Program pengentasan kemiskinan selama ini tidak berjalan efektif salah satu penyebabnya antara satu program dan program pengentasan kemiskinan lain terpisah dan tak saling terintegrasi. “Kalau sebuah keluarga penerima PKH diintervensi, keluarga dapat KIS dan KKS, orang tuanya dapat Kube, anak dapat KIP, Raskin dapat, dan rumahnya dibedah dengan Rutialahu, maka dalam jangka lima tahun, mereka bisa terentas dari kemiskinan,” tutur dia.

Masalah hari ini, ujar Khofifah, tidak semua daerah memahami bahwa basis intervensi program pengentasan kemiskinan semua menginduk di Kemensos. Untuk itu, kesinambungan data penerima program pengentasan kemiskinan dibutuhkan untuk memastikan program tersebut tepat sasaran.

“Menurut UU, pintu untuk melakukan validasi data itu pada Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) atau Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel). Maka itu, mari kita tingkatkan Musrenbangdes dan Musrenbangkel,” katanya. Data penerima program kemiskinan itu idealnya diperbarui minimal setiap enam bulan sekali.

Menurut dia, kecamatan bisa dijadikan basis validasi data dalam program penanganan fakir miskin. “Kecamatan sebagai pusat validasi jika ada exclusiondaninclusion error , baik jika mereka menemukan di lapangan atau ada pengaduan dari masyarakat,” ucapnya.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, dalam melakukan pendataan ulang, pemerintah mesti melakukan koordinasi dengan seluruh lembaga dan kementerian terkait untuk menetapkan indikator kemiskinan sehingga persoalan definisi kemiskinan bisa diseragamkan. Masalahnya, selama ini definisi kemiskinan masing-masing lembaga berbeda sehingga data yang dihasilkan berbeda.

“Ini kan agak rumit ya. Indikator kemiskinan antar kementerian dan lembaga berbeda. Saat ini Bappenas, Kemenko Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Kemenkes, Kemensos, dan BKKBN masing-masing memiliki indikator sendiri-sendiri. Wajar jika data kemiskinan simpang siur,” sebutnya.

Khoirul muzakki
(bhr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved