Rencana Aksi yang Tertunda

Selasa, 17 Februari 2015 - 11:54 WIB
Rencana Aksi yang Tertunda
Rencana Aksi yang Tertunda
A A A
Setiap insan di dunia ini seyogianya mendapatkan pendidikan untuk menunjang kehidupannya. Selama ini, sebagian besar orang beranggapan bahwa pendidikan yang baik atau menunjang karier ke depan hanya bisa diperoleh melalui proses pembelajaran di sekolah.

Pendidikan di sekolah memiliki strata atau tingkatan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Kenyataannya, proses belajar yang dialami oleh seseorang tidak hanya terjadi di lingkungan pendidikan formal. Ada beberapa bahkan tidak sedikit komunitas dari kalangan tertentu yang bersatu padu menyatukan visi dan misi untuk mencapai tujuan yang sama, seperti komunitas pencinta lingkungan, komunitas penyayang binatang, komunitas pembela HAM.

Dengan latar belakang yang berbeda-beda, mereka belajar langsung dengan alam, tidak melalui proses pembelajaran formal di dalam kelas, menelaah dan menelisik langsung segala permasalahan yang terdapat di alam. Selamaini, kecenderungan pendidikan disektor formal adalah lebih mengunggulkan pemahaman akan teori suatu ilmu pengetahuan.

Belajar dan menganalisis suatu fenomena secara teoritis dan empiris. Ini terjadi sampai strata PT. Namun, tidak sedikit juga yang dalam proses pembelajarannya dilaksanakan kegiatan yang dinamakan praktikum untuk mempraktekkan langsung ilmu atau teori yang diperoleh dari kegiatan belajar mengajar di kelas.

Rupanya ada banyak harapan di luar sana yang menginginkan bahwa mahasiswa sebagai duta masyarakat yang lebih beruntung karena bisa mengenyam pendidikan formal, dapat mengaplikasikan secara langsung ilmu yang diperolehnya.

Diharapkan, sarjana-sarjana tersebut kembali ke masyarakat untuk membangun peradaban yang maju dan menyejahterakan masyarakat dengan mengindahkan segala kelestarian lingkungan sebagai salah satu pendukung utama kehidupan manusia di dunia.

Bukan malah mengeksploitasi secara massal SDA yang ada hanya demi kejayaan pribadi dengan teori modern yang sudah dikuasai. Semoga bukan hanya solusi secara teori yang muncul dari hasil riset yang kita lakukan, melainkan juga realisasi aksi dari solusi tersebut untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi di negeri ini.

RICA MONICA
Mahasiswi Jurusan Gizi Masyarakat,
Fakultas Ekologi Manusia (FEMA),
Institut Pertanian Bogor
(bhr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved