Jokowi Sebut di Indonesia Banyak Masalah yang Harus Diurai
Rabu, 11 Februari 2015 - 17:33 WIB
Jokowi Sebut di Indonesia Banyak Masalah yang Harus Diurai
A
A
A
YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut banyak tumpukan masalah di negeri ini yang harus diurai, seperti persoalan korupsi.
Jokowi mengajak semua lembaga penegak hukum untuk memerangi masalah yang tengah melanda bangsa ini.
"Sekarang ini sedang ramai masalah KPK-Polri yang belum selesai, itu juga harus diselesaikan," kata Jokowi dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia, di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Rabu (11/2/2015).
Dia berjanji akan menyelesaikan ketegangan antara KPK dan Polri meski belum menentukan sikap. Sikap tegas Jokowi sebagai petinggi negeri ini diharapkan memberi penyejuk kedua institusi penegak hukum tersebut yang tengah memanas.
"Tak hanya itu (KPK vs Polri) saja permasalahnya, ada tumpukan masalah politik, masalah hukum bagaimana, dan masalah-masalah lain yang harus diurai satu persatu," jelasnya.
Menyelesaikan masalah, kata Jokowi, tidak bisa instan. Artinya, butuh waktu dalam mengurai tumpukan masalah yang ada.
"Butuh waktu, diurai satu persatu, itu semua butuh waktu yang tepat," jelasnya.
Mantan Wali Kota Solo itu juga menyentil masalah narkoba di negeri ini. Masalah narkoba dinilai sudah memasuki level gawat darurat. Perang terhadap narkoba harus dilakukan semua pihak, tak terkecuali umat Islam.
"Narkoba kita level gawat darurat, harus segera diperangi bersama," pungkasnya.
Jokowi mengajak semua lembaga penegak hukum untuk memerangi masalah yang tengah melanda bangsa ini.
"Sekarang ini sedang ramai masalah KPK-Polri yang belum selesai, itu juga harus diselesaikan," kata Jokowi dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia, di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Rabu (11/2/2015).
Dia berjanji akan menyelesaikan ketegangan antara KPK dan Polri meski belum menentukan sikap. Sikap tegas Jokowi sebagai petinggi negeri ini diharapkan memberi penyejuk kedua institusi penegak hukum tersebut yang tengah memanas.
"Tak hanya itu (KPK vs Polri) saja permasalahnya, ada tumpukan masalah politik, masalah hukum bagaimana, dan masalah-masalah lain yang harus diurai satu persatu," jelasnya.
Menyelesaikan masalah, kata Jokowi, tidak bisa instan. Artinya, butuh waktu dalam mengurai tumpukan masalah yang ada.
"Butuh waktu, diurai satu persatu, itu semua butuh waktu yang tepat," jelasnya.
Mantan Wali Kota Solo itu juga menyentil masalah narkoba di negeri ini. Masalah narkoba dinilai sudah memasuki level gawat darurat. Perang terhadap narkoba harus dilakukan semua pihak, tak terkecuali umat Islam.
"Narkoba kita level gawat darurat, harus segera diperangi bersama," pungkasnya.
(maf)