Junimart Harus Berterima Kasih kepada Buya Syafii

Jum'at, 06 Februari 2015 - 23:02 WIB
Junimart Harus Berterima...
Junimart Harus Berterima Kasih kepada Buya Syafii
A A A
JAKARTA - Anggota DPR Junimart Girsang menyebut pernyataan Buya Syafii Maarif terkait 'bocoran' keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri adalah tidak berdasar.

Dia beralasan karena Buya Syafii orang tidak jelas. Anggota DPR asal PDIP ini mengingatkan mantan Ketua PP Muhammadiyah ini untuk tidak memperkeruh suasana.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq menilai, apa yang dilontarkan Junimart mencerminkan kepanikan luar biasa mengingat PDIP ngotot agar Budi Gunawan dilantik.

"Buya Syafii orang merdeka, pantang bicara di bawah perintah dan tekanan, apalagi berbohong. Diminta jadi Wantimpres saja tidak mau," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Jumat (6/2/2015).

Menurutnya, menuduh Buya Syafii sebagai orang tidak jelas ibarat menepuk air didulang terpercik muka sendiri. Seharusnya, lanjut dia, Junimart berterima kasih kepada Buya Syafii karena masih mau membantu Presiden Jokowi yang diusung PDIP di pilpres lalu.

"Megawati dan Puan saja berbesar hati meminta bantuan Buya dalam menyelesaikan kemacetan komunikasi Teuku Umar dan Istana. Sebuah contoh yang baik meski ada perbedaan."

"Kalau ditanya Buya Syafii mewakili siapa? Jelas beliau menyuarakan nurani publik yang tidak rela institusi penegak hukum seperti KPK dan kepolisian dikorbankan demi kepentingan transaksional," sambungnya.

Fajar menilai, justru apa yang Buya Syafii lakukan ingin menyelamatkan maruah presiden dan kredilitas pemerintah ini dari kegaduhan yang ditabuh oleh partai tempat Junimart bernaung.

"Sangat disesalkan seorang anggota DPR dari PDIP melontarkan pernyataan yang tidak pantas mengingat hubungan PDIP cukup baik dengan pribadi Buya Syafii bahkan dengan Muhammadiyah," tandasnya.

Ditambahkannya, sikap Junimart telah merugikan PDIP di mata Buya Syafii yang sangat dekat dengan Almarhum Taufik Kiemas. Sementara, Megawati pun menaruh hormat dan mempercayai independensi Buya Syafii.

"PDIP harus menegur Junimart karena publik terlanjur meragukan komitmen partai pengusung Jokowi ini dalam pemberantasan korupsi," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Trump Tuntut Ukraina...
Trump Tuntut Ukraina Bayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved