Ribuan CCTV Dipasang di Sejumlah Titik Ibu Kota

Rabu, 04 Februari 2015 - 13:02 WIB
Ribuan CCTV Dipasang...
Ribuan CCTV Dipasang di Sejumlah Titik Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Tren kejahatan di Ibu Kota berubah. Bila sebelumnya pelaku kriminalitas mencegat dan menodong, kali ini lebih sadis karena mereka langsung menyabet atau menusuk korbannya dengan senjata tajam.

Tak jarang mereka juga menggunakan senjata api. Terkait keamanan Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sekaligus menjalankan sejumlah program. Mulai pemasangan kamera pengintai (closed circuit television /CCTV) di berbagai titik, menelurkan aplikasi SmartCity yang terintegrasi dengan Android, hingga mengatasi pendapatan masyarakat untuk mencegah tindak kriminalitas. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyadari sebagai kota metropolitan maka tingkat kejahatan di Jakarta cukup tinggi.

“Terkait CCTV tentu bagaimana sampai bisa kelihatan pelat nomor dan wajah. Ini sedang dikerjakan, mungkin akhir tahun sudah dapat 2.500 CCTV terpasang,” kata Ahok dalam Apel Patroli Skala Besar di Polda Metro Jaya kemarin. Saat ini di Jakarta 40% usia 16-18 tahun putus sekolah karena tidak mampu secara biaya. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata 15-20% orang Jakarta berpenghasilan di bawah Rp2,4 juta.

“Biaya hidup orang lajang di Jakarta itu minimal Rp2,4 juta. Jadi bisa kita bayangkan ada orang dapat gaji Rp2,4 juta punya anak-anak 2-3 orang, tentu bisa juga ada godaan menodong untuk mencari uang,” jelasnya. Guna mengatasi permasalahan itu, Pemprov DKI Jakarta akan mengeluarkan dana pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Rp1,7 triliun.

“Kira-kira Rp200.000-800.000 per anak per bulan agar bisa membayar sekolah,” tegasnya. Pemprov DKI Jakarta juga tengah memperbaiki permukiman kumuh. Targetnya, 7.200 rumah susun dibangun di kawasan padat penduduk tahun ini. “Di kawasan kumuh yang tidak bisa kita kontrol, kita bersihkan. Sambil normalisasi sungai, waduk, dan membangun jalan inspeksi,” jelasnya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono mengakui pelaku kriminalitas kian sadis. Pihaknya gencar menangkap pelaku begal yang sangat meresahkan masyarakat akhir-akhir ini.

“Memang betul ada pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam, mereka berkelompok 5 atau 7 orang. SudahkamitangkapyangdiDepok, Tangerang, dan Bekasi,” ujarnya. Dia juga memerintahkan petugas di lapangan untuk bertindak tegas terhadap para pelaku kriminal, seperti dalam Peraturan Kapolri (Perkap) No 1/2009. Ada enam tahap dalam penanganan kejahatan.

Pertama kehadiran polisi di lapangan. Dengan adanya polisi sudah memberikan efek aman. Kedua imbauan, ketiga kendali tangan kosong lunak, dan keempat kendali tangan kosong keras. Kelima apabila demo menggunakan water canon dan gas air mata. Keenam menggunakan senjata api.

“Saya perintahkan, apabila pelaku kejahatan itu membahayakan anggota masyarakat lumpuhkan sesuai tahap tadi,” jelasnya. Polda Metro Jaya juga akan menerjunkan lebih banyak personel di permukiman dan lokasi rawan kejahatan. Termasuk penempatan pos pantau di lokasi atau titik rawan kejahatan. Sementara, sedikitnya 2.785 orang yang diduga preman dijaring selama satu bulan terakhir ini dalam razia Operasi Bina Kusuma dan Operasi Cipta Kondisi.

Dari jumlah itu, 305 orang di antaranya ditahan, sementara sisanya dibina selama satu bulan ini. “Operasi kewilayahan ini kita gelar selama 30 hari mulai 19 Januari-17 Februari. Operasi yang kita laksanakan ini berkaitan dengan pemberantasan preman,” jelasnya. Hasil Operasi Bina Kusuma yang digelar 26-28 Januari, polisi menyita 4 pucuk senjata api, 71 bilah senjata tajam, 88 unit motor, 20 mobil, 99 ponsel, dan 14.319 botol minuman keras.

Sementara dari hasil Operasi Cipta Kondisi yang digelar setiap malam, polisi menyita 183,76 gram sabu, 1,2 ton ganja, 217 butir ekstasi, 21 bilah senjata tajam, 10 motor, 5 mobil, 11 pucuk senjata api rakitan, dan 195 botol minuman keras.

Helmi syarif
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved