Ahok: Jokowi Jangan Dengarkan Konstituen Mau Apa
Rabu, 28 Januari 2015 - 16:29 WIB
Ahok: Jokowi Jangan Dengarkan Konstituen Mau Apa
A
A
A
JAKARTA - Hari ini, tepat 100 hari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memimpin Republik Indonesia sejak dilantik 20 Oktober 2014 yang lalu. Bagaimana penilaian mantan duetnya dahulu yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)?
Menurut Ahok, saat ini sebagai orang nomor satu di Indonesia, Jokowi sudah menjalankan mandat dari warga untuk taat kepada konstitusi. Dia berpandangan, orang-orang yang menilai Jokowi plin-plan atau persepsi penegakan hukum Jokowi lemah adalah keliru.
"Karena banyak yang tidak mengenal beliau dengan baik, itu persoalannya. Jadi banyak sekali hal yang saya enggak bisa cerita di sini. Sebetulnya saya melihat beliau enggak berubah. Cuma masalahnya orang persepsinya itu soal ‎penegakan hukum itu lemah, menurut saya enggak," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Lebih lanjut, mantan politikus Gerindra tersebut meminta Jokowi agar tetap taat dengan konstitusi. Menurutnya, Jokowi tak perlu dengarkan keinginan masyarakat.
"Saya kira ya sudah tetap aja, taat sama konstitusi. Jangan dengarkan konstituen mau apa. Jadi kalau terjadi pertentangan, konstituen dan konstitusi, taat konstitusi harusnya," tukasnya.
Menurut Ahok, saat ini sebagai orang nomor satu di Indonesia, Jokowi sudah menjalankan mandat dari warga untuk taat kepada konstitusi. Dia berpandangan, orang-orang yang menilai Jokowi plin-plan atau persepsi penegakan hukum Jokowi lemah adalah keliru.
"Karena banyak yang tidak mengenal beliau dengan baik, itu persoalannya. Jadi banyak sekali hal yang saya enggak bisa cerita di sini. Sebetulnya saya melihat beliau enggak berubah. Cuma masalahnya orang persepsinya itu soal ‎penegakan hukum itu lemah, menurut saya enggak," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Lebih lanjut, mantan politikus Gerindra tersebut meminta Jokowi agar tetap taat dengan konstitusi. Menurutnya, Jokowi tak perlu dengarkan keinginan masyarakat.
"Saya kira ya sudah tetap aja, taat sama konstitusi. Jangan dengarkan konstituen mau apa. Jadi kalau terjadi pertentangan, konstituen dan konstitusi, taat konstitusi harusnya," tukasnya.
(kri)