Soroti Penangkapan Bambang, Komnas HAM Datangi Mabes Polri
Jum'at, 23 Januari 2015 - 21:17 WIB
Soroti Penangkapan Bambang, Komnas HAM Datangi Mabes Polri
A
A
A
JAKARTA - Empat komisioner Komisi Nasonal Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Gedung Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jumat (23/1/2015) malam.
Kedatangan mereka menyoroti proses penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto oleh Polri.
Ketua Komnas HAM Hafid Abbas mengaku prihatin terhadap penangkapan Bambang. Dia mendapatkan informasi penangkapan Bambang tidak manusiawi.
"Kami hadir ingin tunjukan ke masyarakat luas, Komnas HAM prihatin atas situasi ini. Kami ingin sampaikan KPK harus diperkuat," tutur Hafid di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2015) malam.
Menurut komisioner Komnas HAM, Sandra Moniaga, pihaknya tidak menyoroti kasus yang dituduhkan oleh Mabes Polri terkait keterlibatan BW dalam memberikan keterangan palsu saat persidangan Pilkada Kota Waringin Barat.
Dia mendapatkan informasi adanya tekanan verbal terhadap Bambang. "Dari pihak Pak Bambang merasa ada kekerasan yang beliau alami. Pas diperiksa ditangkap di dalam mobil beliau bicara sama anaknya, polisi bilang, ada lakban nggak?" kata Sandra.
Dia pun meminta Mabes Polri untuk tiak menahan Bambang. "Kami bersama teman-teman minta ke Mabes Polri agar Bapak Bambang Widjojanto bisa dibebaskan. Nanti kami lihat, kami ingin temui dulu," tuturnya.
Kedatangan mereka menyoroti proses penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto oleh Polri.
Ketua Komnas HAM Hafid Abbas mengaku prihatin terhadap penangkapan Bambang. Dia mendapatkan informasi penangkapan Bambang tidak manusiawi.
"Kami hadir ingin tunjukan ke masyarakat luas, Komnas HAM prihatin atas situasi ini. Kami ingin sampaikan KPK harus diperkuat," tutur Hafid di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2015) malam.
Menurut komisioner Komnas HAM, Sandra Moniaga, pihaknya tidak menyoroti kasus yang dituduhkan oleh Mabes Polri terkait keterlibatan BW dalam memberikan keterangan palsu saat persidangan Pilkada Kota Waringin Barat.
Dia mendapatkan informasi adanya tekanan verbal terhadap Bambang. "Dari pihak Pak Bambang merasa ada kekerasan yang beliau alami. Pas diperiksa ditangkap di dalam mobil beliau bicara sama anaknya, polisi bilang, ada lakban nggak?" kata Sandra.
Dia pun meminta Mabes Polri untuk tiak menahan Bambang. "Kami bersama teman-teman minta ke Mabes Polri agar Bapak Bambang Widjojanto bisa dibebaskan. Nanti kami lihat, kami ingin temui dulu," tuturnya.
(dam)