Kompolnas Sudah Beri Catatan Soal Budi Gunawan ke Presiden
Senin, 12 Januari 2015 - 18:05 WIB
Kompolnas Sudah Beri Catatan Soal Budi Gunawan ke Presiden
A
A
A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah memberi catatan berupa saran dan pertimbangan saat mengusulkan nama Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kompolnas tugasnya dua, pengusulan nama, memberikan saran dan pertimbangan. Nama Pak Budi Gunawan juga sudah kita beri catatan," kata anggota Kompolnas Adrianus Meliala saat dihubungi Sindonews, Senin (12/1/2015).
Catatan tersebut mengenai dugaan rekening gendut yang dimiliki Budi Gunawan. Kata Adrianus, semua syarat, saran dan pertimbangan mengenai calon Kapolri harus disampaikan Kompolnas kepada presiden.
"Kalau presiden akhirnya tetap memilih Budi Gunawan, itu merupakan kewenangannya," ujarnya.
Adrianus mengatakan, nama Budi Gunawan diusulkan bersama empat nama calon Kapolri lain kepada presiden setelah kompolnas rapat pada Kamis 8 Januari 2015, yang dipimpin Menko Polhukam.
Dia mengatakan, tidak ada perdebatan serius sebelum lima nama diserahkan ke presiden.
"Kita hanya ngobrol saja. Tidak ada voting, kita lembaga yang apolitik, sehingga tidak ada hal yang politis," ujarnya.
"Kompolnas tugasnya dua, pengusulan nama, memberikan saran dan pertimbangan. Nama Pak Budi Gunawan juga sudah kita beri catatan," kata anggota Kompolnas Adrianus Meliala saat dihubungi Sindonews, Senin (12/1/2015).
Catatan tersebut mengenai dugaan rekening gendut yang dimiliki Budi Gunawan. Kata Adrianus, semua syarat, saran dan pertimbangan mengenai calon Kapolri harus disampaikan Kompolnas kepada presiden.
"Kalau presiden akhirnya tetap memilih Budi Gunawan, itu merupakan kewenangannya," ujarnya.
Adrianus mengatakan, nama Budi Gunawan diusulkan bersama empat nama calon Kapolri lain kepada presiden setelah kompolnas rapat pada Kamis 8 Januari 2015, yang dipimpin Menko Polhukam.
Dia mengatakan, tidak ada perdebatan serius sebelum lima nama diserahkan ke presiden.
"Kita hanya ngobrol saja. Tidak ada voting, kita lembaga yang apolitik, sehingga tidak ada hal yang politis," ujarnya.
(maf)