KMP Beri Pengaruh Hatta Kembali Rebutan Kursi PAN I
Sabtu, 10 Januari 2015 - 05:30 WIB
KMP Beri Pengaruh Hatta Kembali Rebutan Kursi PAN I
A
A
A
JAKARTA - Pencalonan kembali Ketua Umum (Ketum) DPP PAN, Hatta Rajasa dinilai, tak terlepas dari pengaruh Koalisi Merah Putih (KMP).
Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto menilai, maju kembalinya Hatta tak lepas dari kepentingan dan pengaruh KMP.
"Karena untuk mempertahankan posisi di KMP, sejumlah ketua umum kembali mencalonkan diri," kata Heri Budianto ketika dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta, Jumat 9 Januari 2015.
Menurut Heri, dengan munculnya kembali Aburizal Bakrie (Ical) dan Hatta sebagai calon ketum, ada semangat kebersamaan yang dilakukan oleh para ketum di KMP, untuk kembali mengisi jabatan tersebut.
"Bisa jadi, spekulasi sebagian besar tokoh KMP mendukung Hatta bisa juga mendekati kebenaran, terkait dengan itu," ujar Heri.
Heri mengingatkan, PAN harus berhati-hati, jangan sampai ketum PAN kelak menyandera PAN selama lima tahun ke depan.
"PAN jangan membuka ruang kader yang terindikasi kasus korupsi. Itu concern dari awal. Keduanya (Hatta dan Zulkifli Hasan) cukup terkenal. Kalau lihat di daerah HR (Hatta Rajasa) lebih mengakar, itu wajar karena Hatta ketua umum," pungkasnya.
Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto menilai, maju kembalinya Hatta tak lepas dari kepentingan dan pengaruh KMP.
"Karena untuk mempertahankan posisi di KMP, sejumlah ketua umum kembali mencalonkan diri," kata Heri Budianto ketika dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta, Jumat 9 Januari 2015.
Menurut Heri, dengan munculnya kembali Aburizal Bakrie (Ical) dan Hatta sebagai calon ketum, ada semangat kebersamaan yang dilakukan oleh para ketum di KMP, untuk kembali mengisi jabatan tersebut.
"Bisa jadi, spekulasi sebagian besar tokoh KMP mendukung Hatta bisa juga mendekati kebenaran, terkait dengan itu," ujar Heri.
Heri mengingatkan, PAN harus berhati-hati, jangan sampai ketum PAN kelak menyandera PAN selama lima tahun ke depan.
"PAN jangan membuka ruang kader yang terindikasi kasus korupsi. Itu concern dari awal. Keduanya (Hatta dan Zulkifli Hasan) cukup terkenal. Kalau lihat di daerah HR (Hatta Rajasa) lebih mengakar, itu wajar karena Hatta ketua umum," pungkasnya.
(maf)